Warga Dolly ingin 'bernafas' 10 tahun lagi

Kamis, 12 Desember 2013 - 13:42 WIB
Warga Dolly ingin bernafas...
Warga Dolly ingin 'bernafas' 10 tahun lagi
A A A
Sindonews.com - Ngototnya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk menutup lokalisasi Dolly tidak mendapat sambutan baik dari masyarakat sekitar lokalisasi.

Penututupan yang direncanakan pada awal tahun 2014 terkesan terburu-buru sehingga akan berdampak pada persoalan sosial. Bahkan, berpotensi menciptakan konflik horizontal.

Ketua Forum Masyarakat Komunikasi Lokalisasi (FMKL) Surabaya, Safik Mundzakir, mengatakan, pentutupan yang direncanakan awal tahun 2014 oleh Pemkot Surabaya terlalu terburu-buru. Menurutnya, seharusnya dilakukan lima atau 10 tahun yang akan datang.

"Harusnya lima atau sepuluh tahun lagi. Dalam jangka waktu itu, Pemkot harus menyiapakan langkah-langkah termasuk perekonomian warga sekitar agar tidak terbengkalai seperti lokalisasi yang telah ditutup sebelumnya," kata Safik, Kamis (12/12/13).

Pria yang tinggal di sekitar lokalisasi Dolly ini menjelaskan, sejumlah lokalisasi yang telah ditutup seperti Bangun Sari dan Klakah Rejo ternyata masih menyisakan masalah. Di tempat itu, kata Safik, warga yang sebelumnya menggantungkan hidup mencari nafkah banyak yang jatuh miskin.

Sementara janji Pemkot yang katanya juga memikirkan dampak pasca penutupan lokalisasi tidak terealisasi. Buktinya, perekonomian warga sekitar hancur dan tingkat kemiskinan meningkat. Belum lagi dengan kondisi pelacuran terselubung.

"Miris ketika persoalan ini dibiarkan. Saya dapat informasi pelacuran tidak di lokalisasi tapi di lapangan, di kolong-kolong jembatan. Kalau sudah gini siapa yang disalahkan. Ya tentunya tanggung jawab pemerintah. Dengan begitu pelacuran semakin tidak terkontrol," jelasnya.

Diakui atau tidak, lanjutnya, keberadaan lokalisasi ini juga menyangga perekonomian wilayah. Sementara, Pemkot Surabaya tidak bisa memenuhi kepentingan terkait lapangan kerja. Secara pribadi, Safik mengaku tidak sepakat jika penutupan lokalisasi tidak diiringi kesiapan penyediaan lapangan kerja bagi masyrakat sekitar.
(rsa)
Berita Terkait
Masih Bertahan, Penghuni...
Masih Bertahan, Penghuni Bangunan Gang Royal Rawa Bebek Resah dan Pasrah
9 Tempat Prostitusi...
9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara
Lokalisasi Gang Royal...
Lokalisasi Gang Royal Rawa Bebek telah Dibongkar, Ini Harapan Warga ke Pemprov DKI
Prostitusi Online-Lokalisasi...
Prostitusi Online-Lokalisasi Berkedok Karaoke Marak di Ketapang, Warga Resah
3 Tempat Prostitusi...
3 Tempat Prostitusi di Jakarta yang Sudah Ditutup, 2 di Antaranya Disulap Jadi Bangunan Bermanfaat
ABG Cantik asal Serang...
ABG Cantik asal Serang Dijual ke Pengelola Lokalisasi di Jakarta
Berita Terkini
Beri Semangat Anak Pejuang...
Beri Semangat Anak Pejuang Leukemia, Polres Jakpus Wujudkan Harapan Deni Jadi Polisi Cilik
1 jam yang lalu
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Salurkan Makanan Bergizi, Warga Duri Kepa Mengaku Sangat Terbantu
1 jam yang lalu
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Bagikan Pangan Gratis untuk Warga Duri Kepa
1 jam yang lalu
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
1 jam yang lalu
Bagikan Pangan Gratis...
Bagikan Pangan Gratis dan Gelar Senam Sehat, MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Angkat Program Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
1 jam yang lalu
Pangdam Mandala Trikora...
Pangdam Mandala Trikora Mayjen Frits Tepis TNI Berangkatkan Mama Sinta ke Jakarta
1 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved