Pertengahan 2014, jalur rel ganda beroperasi

Kamis, 12 Desember 2013 - 00:01 WIB
Pertengahan 2014, jalur...
Pertengahan 2014, jalur rel ganda beroperasi
A A A
Sindonews.com – Pembangunan jalur ganda PT Kereta Api Indonesia di Daerah Operasional (Daop) IV Semarang sudah 94 persen. Jika tidak ada kendala, jalur ganda tersebut sudah dapat dioperasikan secara maksimal pada pertengahan 2014.

Hal tersebut dikatakan Rizal selaku staff Satuan Kerja pembangunan jalur ganda saat ditemui KORAN SINDO dalam kegiatan pemindahan wesel atau switch over di Stasiun Mangkang Kota Semarang, kemarin.

“Pekerjaan pembangunan rel ganda di Daop IV Semarang ini sudah berjalan sekitar 94 persen. Sepanjang 146 km jalur rel ganda di Daop IV ini yang sudah terpasang semua. Ini tinggal finishing saja dan menyelesaikan beberapa pekerjaan kecil lainnya,” kata dia.

Rizal menambahkan, memang terjadi kendala dalam pembangunan rel ganda di Daop IV Semarang ini. Salah satu kendala yang sampai sekarang masih dihadapi adalah soal alotnya pembebasan lahan.

“Masih ada kendala soal pembebasan lahan, seperti di Krobokan Kota Semarang. Di sana pekerjaan pembangunan belum maksimal karena masih adanya gangguan berupa warga yang menempati lahan PT KAI,” imbuhnya.

Meski begitu, pihaknya yakin pembangunan jalur ganda akan segera selesai dilaksanakan. Untuk itu pihaknya meminta bantuan dari seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung upaya pemerintah dalam proyek tersebut.

“Kami berharap seluruh masyarakat mendukung program ini, karena semua ini juga nantinya untuk masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Manager Humas PT KAI Daop IV Semarang, Eko Budiyanto mengatakan pihaknya telah mengoperasikan jalur rel ganda di beberapa stasiun di Daop IV Semarang.

Beberapa jalur ganda yang telah dioperasikan itu adalah jalur rel ganda di lintas Pekalongan-Ujungnegoro dengan panjang 14 km dan lintas Alas Tua-Gubug sepanjang 24 km.

“Selain itu, mulai November hingga Desember 2013 ini, kami telah mengoperasikan beberapa jalur rel ganda lain seperti di lintas Weleri-Kaliwungu (21 km), Gubug-Ngrombo (28 km), Tobo-Bojonegoro (28 km), Semarang Tawang – Alastua (7 km), Kaliwungu-Jrakah (12 km) dan Ngrombo-Jambon (12 km). Mudah-mudahan di tahun 2014 kita sudah bisa mengoperasikan semuanya secara optimal,” kata dia.

Sementara itu, Eksekutif Vice Presiden Operasi Sholeh mengatakan, pembangunan rel ganda tersebut akan sangat membantu PT KAI dalam upaya transportasi. Sebab menurutnya, perjalanan kereta api akan lebih lancar dan intensitas perjalanan kereta menjadi lebih banyak.

“Perjalanan kereta pasti akan lebih lancer dan frekuensinya lebih banyak. Hal ini sangat menbantu sekali baik PT KAI dan masyarakat karena kapasitas perjalanan kereta menjadi meningkat hamper dua kali lipat dari sebelumnya,” ujarnya.

Di lain sisi, pekerjaan pemindahan wesel atau switch over yang dilakukan di Stasiun Mangkan kemarin berjalan lancar. Puluhan pekerja terlihat serius memanfaatkan window time atau waktu luang kereta api untuk memasang jalur ganda tersebut.
(lns)
Berita Terkait
3 Alasan Mengapa Kereta...
3 Alasan Mengapa Kereta Api Tidak Bisa Berhenti Mendadak Menurut KAI
Deretan Kecelakaan Kereta...
Deretan Kecelakaan Kereta Api Terburuk dalam Sejarah, Nomor 5 Paling Tragis
10 Kereta Api Tercepat...
10 Kereta Api Tercepat di Dunia, Nomor 1 Melaju 460 Km/Jam
Kereta Tabrak Bus di...
Kereta Tabrak Bus di Thailand, 8 Orang Tewas
Dampak Banjir, Seluruh...
Dampak Banjir, Seluruh Perjalanan KA Jarak Jauh dan Lokal Kembali Dibatalkan Hari ini
Kereta Bandara Soetta...
Kereta Bandara Soetta Mulai Beroperasi 1 Juli 2020
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
14 menit yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
23 menit yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
35 menit yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
58 menit yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
2 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
4 jam yang lalu
Infografis
Kisah Jalur KRL Jabodetabek,...
Kisah Jalur KRL Jabodetabek, Diawali Rute Tanjung Priok-Jatinegara Pada 1924
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved