Sebabkan mahasiswa tewas, 55 panitia KBD diskors 2 semester
Senin, 09 Desember 2013 - 13:31 WIB
Sebabkan mahasiswa tewas, 55 panitia KBD diskors 2 semester
A
A
A
Sindonews.com - Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang mengaku telah memberikan sanksi skors terhadap 55 mahasiswa dari 110 mahasiswa yang menjadi panitia Kemah Bakti Desa (KBD) Jurusan Planologi di kawasan Goa Cina, Sumbermanjing Wetan, Malang, Jawa Timur, pada Oktober 2013.
Seperti diketahui, kegiatan ini mengakibatkan tewasnya Fikri Dolasmantya, karena perlakuan kekerasan oleh Fendem (senior keamanan) mahasiswa.
Sekretaris Jurusan Planologi ITN Arif Setiyawan mengatakan, pihaknya telah memberikan sanksi skors terhadap 55 mahasiswa. "Skorsing antara 1-2 semester," katanya, kepada wartawan, Senin (9/12/2013).
Dia juga mengakui, ada perlakuan di luar batas normal seperti pemberian air minum sebanyak 1 liter untuk belasan peserta. Sementara, perlakuan seperti menendang pantat, memukul jidat, itu lebih ke mental bukan kekerasan.
"Untuk foto-foto pelecehan seksual itu bukan mahasiswa kami," ujarnya.
Seperti diberitakan, meninggalnya Fikri Dolasmantya ramai dibicarakan dunia maya. Bahkan, beredar pula foto-foto yang diduga tindakan kekerasan oleh senior saat melakukan kegiatan Kemah Bakti Desa, hingga mengakibatkan Fikri tewas.
Seperti diketahui, kegiatan ini mengakibatkan tewasnya Fikri Dolasmantya, karena perlakuan kekerasan oleh Fendem (senior keamanan) mahasiswa.
Sekretaris Jurusan Planologi ITN Arif Setiyawan mengatakan, pihaknya telah memberikan sanksi skors terhadap 55 mahasiswa. "Skorsing antara 1-2 semester," katanya, kepada wartawan, Senin (9/12/2013).
Dia juga mengakui, ada perlakuan di luar batas normal seperti pemberian air minum sebanyak 1 liter untuk belasan peserta. Sementara, perlakuan seperti menendang pantat, memukul jidat, itu lebih ke mental bukan kekerasan.
"Untuk foto-foto pelecehan seksual itu bukan mahasiswa kami," ujarnya.
Seperti diberitakan, meninggalnya Fikri Dolasmantya ramai dibicarakan dunia maya. Bahkan, beredar pula foto-foto yang diduga tindakan kekerasan oleh senior saat melakukan kegiatan Kemah Bakti Desa, hingga mengakibatkan Fikri tewas.
(san)