Adolf Hitler meninggal di Surabaya

Selasa, 03 Desember 2013 - 06:30 WIB
Adolf Hitler meninggal di Surabaya
Adolf Hitler meninggal di Surabaya
A A A
Sindonews.com - Penemuan bangkai kapal selam Nazi Jerman tipe Unterseeboot atau U-Boat di Karimun Jawa, Selasa (19/11/2013) belum lama ini mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, kapal sisa perang dunia ke-2 itu ditemukan lengkap dengan banyaknya kerangka dan tulang belulang para awaknya.

Spekulasi yang menyebutkan teori konspirasi Adolf Hitler meninggal di Indonesia-pun kembali mencuat. Benarkah kapal tersebut tenggelam setelah mengantarkan Hitler ke Indonesia dalam pelariannya?

Sebelumnya, pimpinan Partai Nazi berjuluk Fuhrer, itu diyakini tewas bunuh diri dengan cara menembakkan diri pada tanggal 30 April 1945 di sebuah bunker di Berlin. Aksi itu dilakukannya setelah Uni Soviet berhasil menduduki Jerman. Begitulah kisah resmi yang dipercayai para sejarawan.

Namun, berita itu disangkal laman Daily Telegraph, Senin 28 September 2009, dalam Program History Channel Documentary Amerika Serikat. Daily Telegraph menyebut, jika tengkorak Hitler yang disimpan Rusia bukan milik sang Fuhrer. Melainkan, tengkorak milik perempuan berusia di bawah 40 tahun.

Program Discovery itu sedianya akan memperkuat teori bahwa Hitler tidak bunuh diri pada 1945 seperti yang dipercaya selama ini.

Berbagai teori kematian sang diktator itu-pun muncul seiring pemberitaan Daily Telegraph. Banyak sejarawan yang meyakini Hitler meninggal di Argentina, Brazil, Amerika Selatan, bahkan Indonesia.

Namun, dalam tulisan ini, SINDOnews tidak mengulas teori konspirasi kematian Hitler di negara lain, namun, kami akan mengulas teori konspirasi kematian Hitler di Indonesia.

Sang Fuhrer meninggal di Surabaya

Di Indonesia, beredar sebuah informasi yang menyatakan Hitler tidak tewas pada tahun 1945. Ia berhasil melarikan diri ke Indonesia dan menjadi seorang dokter di Sumbawa Besar.

Hal itu mencuat setelah temuan buku tua yang ditulis dengan menggunakan bahasa steno Jerman kuno. Sebenarnya buku tersebut tanpa judul, sehingga muncul beberapa istilah untuk menyebutnya, di antaranya 'Brandenburg Codex'.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1463 seconds (11.97#12.26)