GMNI minta Karawang jadi Kota Lumbung Padi

Senin, 02 Desember 2013 - 17:16 WIB
GMNI minta Karawang...
GMNI minta Karawang jadi Kota Lumbung Padi
A A A
Sindonews.com - Puluhan aktivis yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mendatangi kantor Pemkab Karawang, mendesak pemerintah untuk mempertahankan Karawang sebagai lumbung padi nasional.

Hilman Tamimi Korlap aksi GMNI mengatakan, bahwa kedatangan GMNI ke pemkab guna menuntut pemerintah daerah merevisi kebijakan Karawang sebagai kota industri, dan mengembalikannya menjadi lumbung padi. Sebab dengan visi tersebut lahan pertanian produktif di karawang semakin menipis, sejalan dengan pertumbuhan pembangunan kawasan industri.

"Maraknya pembangunan kawasan industri di Karawang sudah merenggut Karawang sebagai kota lumbung padi," ujarnya, yang ditemui di sela-sela aksi di Pemkab Karawang, Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Karawang, Senin (2/12/2013).

Aksi tersebut, dilatar belakangi oleh perjanjian multirateral WTO (World Trade Organization) yang berdampak signifikan pada hampir semua sektor perdagangan barang dan jasa, yang mengarahkan kondisi Indonesia pada keterpurukan.

"Kita menolak KTM ke 9 WTO yang akan diselenggarakan di Bali (3-6 desember 2013) dan mendesak pemerintah RI untuk keluar dari WTO," terangnya.

Dikatakan, kebijakan pasar bebas Indonesia bergantung pada asing, baik dari kurs rupiah, hingga kontistusi undang-undang sudah diatur oleh asing. "Salah satunya UU Industri Kekayaan Intelektual, holtikultur, UU pekerja, semua dikuasai asing," ungkapnya.

Mengingat hal tersebut, pihaknya mendatangi bupati dan Ketua DPRD Karawang untuk menandatangani surat pernyataaan menolak WTO. Dengan dasar perjanjian WTO berpengaruh terhadap kondisi masyarakat di daerah-daerah, tak terkecuali Kabupaten Karawang. "Aksi ini dilaksanankan di serentak di seluruh Indonesia," ujarnya.

Menurutnya, daerah lumbung padi saat ini mulai kehilangan identitasnya dengan terjadinya pergeseran lahan menjadi daerah industri. "Lahan-lahan teknis pertanian semakin menipis, dan beralih fungsi menjadi pabrik-pabrik industri, tempat-tempat hiburan, dan gedung-gedung perdaganagn modern," sambungnya.

Menurutnya, hal tersebut sesuai dengan keinginan pemerintah yang ingin menjadikan Karawang sebagai Kota Industri tanpa memikirkan dampak sistemik yang akan terjadi akibat kebijaknnya tersebut.
(san)
Berita Terkait
Demo Serentak Mahasiswa...
Demo Serentak Mahasiswa Se-Indonesia di Palembang Diwarnai Kericuhan
Aksi Demo Mahasiswa...
Aksi Demo Mahasiswa ‘Indonesia Gelap’ di Patung Kuda
Demo Indonesia Gelap,...
Demo Indonesia Gelap, Pakar Hukum: Bentuk Ekspresi Pesimisme Masyarakat Ubah Jadi Optimisme
Mahasiswa Demo DPR:...
Mahasiswa Demo DPR: Menagih 17+8 Tuntutan Rakyat
Demo Mahasiswa Uhamka...
Demo Mahasiswa Uhamka di Sudirman Diwarnai Saling Dorong dengan Polisi
Demo Indonesia Gelap...
Demo Indonesia Gelap di Patung Kuda, Ribuan Mahasiswa Kritik Kebijakan Pemerintah
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
1 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
3 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
3 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
3 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
3 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
3 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved