Razia penambangan pasir di Klaten bocor

Jum'at, 29 November 2013 - 08:27 WIB
Razia penambangan pasir...
Razia penambangan pasir di Klaten bocor
A A A
Sindonews.com - Aktivitas penambang galian C mendadak sepi saat tim pengendalian dan penertiban pertambambangan non logam Klaten, melakukan sidak di kawasan lereng Merapi, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah.

Di lokasi penambangan yang biasanya selalu ramai dengan aktifitas penambangan mendadak sepi. Empat unit excavator terlihat tidak beroperasi di tengah Kali Woro. Alat berat berwarna kuning tersebut terkesan disembunyikan di balik tumpukan pasir di tengah Kali Woro.

Bahkan, tim sidak juga tidak menemukan pemilik atau pengelola sejumlah alat berat tersebut. Hanya beberapa pekerja saja yang terlihat di lokasi penambangan.

Diduga para penambang pasir ini sudah mencium adanya operasi yang digelar Bagian Perekonomian Setda Klaten, Satpol PP, Polres Klaten dan Muspika Kemalang, di Kali Woro, Kamis (28/11).

Padahal di tebing setinggi sekira 70 meter di sepanjang Kali Woro, terlihat adannya bekas eksplorasi pasir di lokasi tersebut. Sangat terlihat bila tebing yang rawan longsor itu sering dieksplorasi dengan menggunakan alat berat.

Jamari, salah satu penambang pasir tradisional yang ditemui di Kali Woro, mengaku biasanya alat berat tersebut beroperasi untuk mencari pasir dan batu.

Menurutnya, sebelum tim sidak tiba di lokasi, sempat mendapatkan informasi bahwa akan ada sidak penambangan. Bahkan, dirinya juga mendapatkan ajakan dari salah satu rekannya untuk tidak melakukan aktivitas penambangan. Namun, dia menolak ajakan tersebut.

Dijelaskannya, dia nekat menambang karena memiliki landasan yang cukup kuat dengan perizinan eksplorasi di kawasan tersebut yang tengah diproses oleh Provinsi Jawa Tengah.

"Saya telah mengajukan izin sejak 2009, namun hingga sekarang izinnya belum turun. Dan seharusnya masa berlaku izin penambangan milik saya dimulai 2010 sampai 2015," terangnya saat ditemui dilokasi penambangan,di Kali Woro, Klaten, Jawa Tengah.

Sementara, Kabag Perekonomian Setda Klaten, Pri Harsanto mengatakan, bahwa Kali Woro seharusnya bersih dari keberadaan excavator. Di lokasi tersebut yang hanya diperolehkan penambang manual atau tradisional. Meski di penambangan ditemukan adannya empat unit excavator, namun pihaknya tidak bisa melakukan penyegelan.

"Saya heran kenapa alat berat ini ada dilokasi penambangan yang hanya diperuntukan bagi para penambang tradisional saja. Ini pemilik alat berat tidak ada, jadi kami tidak bisa melakukan penyegelan," paparnya.

Kondisi serupa juga ditemukan tim sidak di lokasi penambangan yang masuk lahan milik warga di Kendalsari, Klaten, Jawa Tengah. Di lokasi ini, kembali tim menemukan adanya alat berat yang terpakir.
(rsa)
Berita Terkait
KKP Hentikan Penambangan...
KKP Hentikan Penambangan Pasir Laut Ilegal di Pulau Rupat
KKP Hentikan Aktivitas...
KKP Hentikan Aktivitas Pengerukan Pasir di Perairan Pulau Tunda
Investor China Berburu...
Investor China Berburu Kuarsa di Indonesia, HIPKI Ajak Bangun Smelter
Begini Dampak Buruk...
Begini Dampak Buruk Jika Indonesia Ekspor Pasir Laut
Pemerintah Didesak Tak...
Pemerintah Didesak Tak Lagi Terbitkan PK3 MNP
Razia Tambang, Polisi...
Razia Tambang, Polisi Amankan 9 Mesin Sedot di Kawasan Wisata
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
6 jam yang lalu
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
7 jam yang lalu
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
7 jam yang lalu
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
8 jam yang lalu
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
8 jam yang lalu
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
9 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved