Sekap 7 karyawan, perampok gasak Rp41juta
Kamis, 28 November 2013 - 21:46 WIB
Sekap 7 karyawan, perampok gasak Rp41juta
A
A
A
Sindonews.com – Kawanan perampok beraksi di kantor CV Mitra Jaya, Jalan Puri Anjasmoro Blok EE 3 nomor 5, Semarang Barat di siang bolong.
Mereka membekali diri dengan senjata tajam dan sebuah benda berbentuk pistol revolver. Pistol itu belum diketahui apakah senjata api (senpi) atau hanya mainan.
Sekira pukul 13.30 WIB, kawanan perampok yang beraksi menggunakan mobil itu menyekap tujuh karyawan di sana, sebelum kabur mereka menggasak uang tunai Rp41 juta.
Para pelaku juga membawa kabur tujuh tas milik para karyawan yang berisi aneka barang berharga; uang tunai dan telepon seluler (ponsel).
Menurut saksi mata, pelaku berjumlah empat orang, satu di antaranya mengenakan topi dan penutup kepala. Mereka menaiki mobil Avanza warna merah.
Tujuh karyawan yang disekap, enam di antaranya perempuan; Dinti Destiani, Dewi Sulis, Titi Sari, Ratna Kusuma Ningrum, Tri dan Arti Minarsih. Mereka adalah staf administrasi CV yang bergerak di bidang distribusi minuman teh dalam kemasan dan minyak pelumas.
Sementara satu karyawan lain yang disekap adalah seorang laki – laki, Lilik (24) sales penjualan.
Arti Minarsih (37) mengatakan insiden bermula saat Liliek tiba – tiba datang ditodong pistol dari belakang oleh kawanan pelaku. Jumlahnya empat orang. Saat itu, Arti dan lima karyawati lain sedang menikmati makan siang di ruang kerja, lantai dua.
“Mereka membentak, menanyakan di mana letak brankas. Kami tidak menjawab, kemudian langsung disuruh masuk ruang meeting dan dikunci dari luar,” ungkapnya di lokasi kejadian.
Arti yang menjadi kasir di perusahaan itu mengaku wajahnya sempat dua kali dipukul pistol.
Korban lainnya, Ratna Kusumaningrum, kaget dengan insiden itu.
“Saya yang terakhir ditodong. Saya ada di kamar mandi saat itu, pas keluar, teman – teman saya sudah ditodong. Ada seseorang yang mendekat ke saya, menodong pisau. Saya tidak berani lihat wajahnya, takut kalau dibunuh,” tambahnya.
Menurut Ratna, pelaku yang menodongnya punya perawakan kurus. Pelaku juga membentak menanyakan di mana penyimpanan brankas. Dia tidak menjawab, dan langsung disekap di ruang meeting.
“Kantornya memang di lantai dua. Lantai satu cuma gudang. Uang yang diambil itu dari laci, dan uang yang dibawa sales (Liliek). Kalau sore, sales datang untuk menyetor uang,” ungkapnya.
Mereka bisa keluar dari ruang meeting, beberapa lama setelah kegaduhan para pelaku tidak lagi terdengar. Saat keluar, kondisi ruang kerja sudah berantakan. Pelaku mengambil sebagian besar uang dari laci meja kasir.
“Tas saya juga diambil. Isinya, uang Rp100ribu, SIM, KTP, dan dua ponsel. Ada juga kunci motor ikut dibawa,” kata Ratna yang terlihat syok.
Petugas gabungan dari Polrestabes Semarang dan Polsek Semarang Barat yang menerima informasi itu datang ke lokasi tak lama setelah kejadian. Mereka memintai keterangan sejumlah saksi.
Kapolsek Semarang Barat, Kompol Yani Permana mengatakan kasus ini masih dalam penyelidikan.
Mereka membekali diri dengan senjata tajam dan sebuah benda berbentuk pistol revolver. Pistol itu belum diketahui apakah senjata api (senpi) atau hanya mainan.
Sekira pukul 13.30 WIB, kawanan perampok yang beraksi menggunakan mobil itu menyekap tujuh karyawan di sana, sebelum kabur mereka menggasak uang tunai Rp41 juta.
Para pelaku juga membawa kabur tujuh tas milik para karyawan yang berisi aneka barang berharga; uang tunai dan telepon seluler (ponsel).
Menurut saksi mata, pelaku berjumlah empat orang, satu di antaranya mengenakan topi dan penutup kepala. Mereka menaiki mobil Avanza warna merah.
Tujuh karyawan yang disekap, enam di antaranya perempuan; Dinti Destiani, Dewi Sulis, Titi Sari, Ratna Kusuma Ningrum, Tri dan Arti Minarsih. Mereka adalah staf administrasi CV yang bergerak di bidang distribusi minuman teh dalam kemasan dan minyak pelumas.
Sementara satu karyawan lain yang disekap adalah seorang laki – laki, Lilik (24) sales penjualan.
Arti Minarsih (37) mengatakan insiden bermula saat Liliek tiba – tiba datang ditodong pistol dari belakang oleh kawanan pelaku. Jumlahnya empat orang. Saat itu, Arti dan lima karyawati lain sedang menikmati makan siang di ruang kerja, lantai dua.
“Mereka membentak, menanyakan di mana letak brankas. Kami tidak menjawab, kemudian langsung disuruh masuk ruang meeting dan dikunci dari luar,” ungkapnya di lokasi kejadian.
Arti yang menjadi kasir di perusahaan itu mengaku wajahnya sempat dua kali dipukul pistol.
Korban lainnya, Ratna Kusumaningrum, kaget dengan insiden itu.
“Saya yang terakhir ditodong. Saya ada di kamar mandi saat itu, pas keluar, teman – teman saya sudah ditodong. Ada seseorang yang mendekat ke saya, menodong pisau. Saya tidak berani lihat wajahnya, takut kalau dibunuh,” tambahnya.
Menurut Ratna, pelaku yang menodongnya punya perawakan kurus. Pelaku juga membentak menanyakan di mana penyimpanan brankas. Dia tidak menjawab, dan langsung disekap di ruang meeting.
“Kantornya memang di lantai dua. Lantai satu cuma gudang. Uang yang diambil itu dari laci, dan uang yang dibawa sales (Liliek). Kalau sore, sales datang untuk menyetor uang,” ungkapnya.
Mereka bisa keluar dari ruang meeting, beberapa lama setelah kegaduhan para pelaku tidak lagi terdengar. Saat keluar, kondisi ruang kerja sudah berantakan. Pelaku mengambil sebagian besar uang dari laci meja kasir.
“Tas saya juga diambil. Isinya, uang Rp100ribu, SIM, KTP, dan dua ponsel. Ada juga kunci motor ikut dibawa,” kata Ratna yang terlihat syok.
Petugas gabungan dari Polrestabes Semarang dan Polsek Semarang Barat yang menerima informasi itu datang ke lokasi tak lama setelah kejadian. Mereka memintai keterangan sejumlah saksi.
Kapolsek Semarang Barat, Kompol Yani Permana mengatakan kasus ini masih dalam penyelidikan.
(lns)