DPR prihatin kasus pencurian di Polda Metro Jaya
Kamis, 28 November 2013 - 17:05 WIB
DPR prihatin kasus pencurian di Polda Metro Jaya
A
A
A
Sindonews.com - Kasus pencurian di area parkir Polda Metro Jaya menandakan kurangnya pengamanan di lingkungan tersebut. Banyak pihak merasa heran mengapa wilayah hukum polisi masih dijadikan sasaran pelaku tindak kriminal.
"Saya prihatin, kok di halaman kantor polisi (Polda Metro Jaya) masih bisa terjadi pencurian," kata anggota Komisi III DPR RI Harry Witjaksono kepada Sindonews, Kamis (28/11/2013).
Harry menduga, kasus pencurian yang terjadi bersamaan itu dikarenakan kurangnya sistem pengawasan seperti Close Circuit Television (CCTV). Dengan fungsi pengawasan di tiap titik, maka segala bentuk kejahatan dapat dipantau. "Apakah tidak ada CCTV di halaman Polda?" tanya politikus Partai Demokrat ini.
Menuru Harry, pelaku pencurian termasuk orang yang nekat. Bahkan, secara tidak langsung seolah melecehkan institusi kepolisian. "Ini seperti meledek polisi," ungkapnya.
Dikatakan Harry, kedepan polisi harus mengetatkan sistem keamanan di kantor-kantor jajarannya. Sehingga kejadian serupa tidak terulang. Selain itu, pemilik kendaraan juga diimbau lebih waspada dengan tidak menaruh barang berharga di mobil.
"Menaruh barang, tas dan benda apapun di atas jok mobil memang bisa mengundang kejahatan karena tidak memandang lokasi. Di kantor polisi pun bisa terjadi. Jadi masyarakat tetap harus waspada," serunya.
Sekadar diketahui, dalam waktu sehari, di Mapolda Metro Jaya telah terjadi tiga insiden pencurian barang dalam mobil yang diparkir di sekitar pelataran kantor polisi itu. Mirisnya, semua korbannya adalah mobil anggota korps Bhayangkara tersebut.
Baca berita terkait:
Sehari 3 kasus pencurian di Polda Metro Jaya
"Saya prihatin, kok di halaman kantor polisi (Polda Metro Jaya) masih bisa terjadi pencurian," kata anggota Komisi III DPR RI Harry Witjaksono kepada Sindonews, Kamis (28/11/2013).
Harry menduga, kasus pencurian yang terjadi bersamaan itu dikarenakan kurangnya sistem pengawasan seperti Close Circuit Television (CCTV). Dengan fungsi pengawasan di tiap titik, maka segala bentuk kejahatan dapat dipantau. "Apakah tidak ada CCTV di halaman Polda?" tanya politikus Partai Demokrat ini.
Menuru Harry, pelaku pencurian termasuk orang yang nekat. Bahkan, secara tidak langsung seolah melecehkan institusi kepolisian. "Ini seperti meledek polisi," ungkapnya.
Dikatakan Harry, kedepan polisi harus mengetatkan sistem keamanan di kantor-kantor jajarannya. Sehingga kejadian serupa tidak terulang. Selain itu, pemilik kendaraan juga diimbau lebih waspada dengan tidak menaruh barang berharga di mobil.
"Menaruh barang, tas dan benda apapun di atas jok mobil memang bisa mengundang kejahatan karena tidak memandang lokasi. Di kantor polisi pun bisa terjadi. Jadi masyarakat tetap harus waspada," serunya.
Sekadar diketahui, dalam waktu sehari, di Mapolda Metro Jaya telah terjadi tiga insiden pencurian barang dalam mobil yang diparkir di sekitar pelataran kantor polisi itu. Mirisnya, semua korbannya adalah mobil anggota korps Bhayangkara tersebut.
Baca berita terkait:
Sehari 3 kasus pencurian di Polda Metro Jaya
(mhd)