Kejari telusuri dugaan korupsi Tol Rp1,9 M

Kamis, 28 November 2013 - 03:13 WIB
Kejari telusuri dugaan...
Kejari telusuri dugaan korupsi Tol Rp1,9 M
A A A
Sindonews.com - Meski DPRD Kabupaten Pasuruan telah mengesahkan revisi Perda Penyertaan Modal, tidak menyurutkan langkah Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasuruan untuk menelusuri dugaan penyimpangan pada Perusda PT Jalan Tol.

Saat ini penyidik Kejari tengah mendalami pengeluaran biaya operasional jalan tol Rp1,9 miliar yang menjadi sorotan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pasuruan, M Djufri, menegaskan, proses pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) dugaan penyimpangan biaya operasional terus berjalan sebagaimana mestinya.

Pihaknya menampik kekawatiran para pegiat antikorupsi yang menuding adanya kesengajaan mengulur waktu dalam menuntaskan dugaan korupsi tersebut.

"Kami tidak pernah membeda-bedakan dalam penanganan dugaan korupsi. Saat ini kami konsen dalam pemeriksaan terkait biaya operasional jalan tol sebesar Rp1,9 miliar," kata Djufri, kemarin.

Menurut Djufri, lambannya proses penyelidikan tersebut hendaknya tidak dibandingkan dengan penyidikan kasus korupsi lain. Apalagi dokumen dan berkas Perusda PT Jalan Tol tersebut dinyatakan hilang setelah kebakaran di kantor Pemkab Pasuruan tahun 2009 lalu.

"Ada beberapa kendala dalam pulbaket materi pemeriksaan. Berkas dan dokumen PT Jalan Tol hilang karena kantornya terbakar. Tapi kami terus mencari dari sumber-sumber lain untuk memperkuat pendalaman materi," tandas Djufri.

Hingga saat ini, pihaknya telah memeriksa tujuh orang untuk diminta keterangannya mengenai asal muasal dan aliran dana biaya operasional tersebut.

Mereka adalah pejabat yang terkait langsung dengan pencairan dana jalan tol selama tahun 2008-2010. Namun ia enggan merinci siapa saja yang sudah diminta keterangan.

"Pengeluaran biaya operasional ini menjadi tanda tanya besar bagi kami. Fakta-fakta yang ada akan kami kompilasikan sehingga menghasilkan kesimpulan. Kami juga menengarai adanya anggaran operasional lainnya, tapi sampai saat ini belum dicairkan," kata Djufri.

Sementara itu, pegiat antikorupsi dari Koalisi Aktifis Pasuruan, mengingatkan penyidik Kejari untuk transparan dalam melakukan pemeriksaan dugaan penyimpangan keuangan PT Jalan Tol.

Kejari juga diminta untuk tidak gentar terhadap pihak-pihak yang berupaya menghalangi pengungkapan kasus tersebut.

"Kami mensinyalir ada kekuatan besar yang ingin menghambat dan menghentikan kasus korupsi Jalan Tol. Indikasi ini semakin kentara, karena sejak kasus ini dilaporkan, Mei lalu, belum ada perkembangan yang signifikan. Sementara korupsi pada PT Pasuruan Migas, Kejari sudah menetapkan dua orang tersangka," kata Mukhlis, juru bicara Koalisi Aktifis Pasuruan.
(lns)
Berita Terkait
Strategi Pemberantasan...
Strategi Pemberantasan Korupsi
Pemberantasan Korupsi...
Pemberantasan Korupsi dan Perampasan Aset
Pemberantasan Korupsi,...
Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme
Sisi Lain dalam Pemberantasan...
Sisi Lain dalam Pemberantasan Korupsi
Partisipasi Publik dalam...
Partisipasi Publik dalam Pemberantasan Korupsi
UU Antitipikor Sarana...
UU Antitipikor Sarana Pemberantasan Korupsi
Berita Terkini
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
1 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
2 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
2 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
3 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
3 jam yang lalu
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
3 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved