Demo dokter, pasien di RSUD Depok anjlok

Rabu, 27 November 2013 - 18:46 WIB
Demo dokter, pasien...
Demo dokter, pasien di RSUD Depok anjlok
A A A
Sindonews.com - Aksi solidaritas ratusan dokter membuat pelayanan kesehatan warga Depok menjadi terganggu. Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok, biasanya pasien sejak pukul 06.00 WIB telah mengantri mengambil nomor antrean, namun hari ini hanya beberapa pasien yang mendatangi rumah sakit tersebut.

Manajer On Duty RSUD Kota Depok Yuyun Purnawa mengatakan, setiap hari biasanya masyarakat yang ingin berobat mencapai 300 sampai 400 pasien, namun hari ini hanya 150 pasien.

"Ini merupakan aksi solidaritas yang tergabung dalam organisasi profesi dalam hal ini IDI, kami menejemen tentu tak bisa melarang. Namun begitu manajemen tetap memberikan arahan agar pelayanan tidak terhambat," kata Yuyun di Depok, Rabu (27/11/2013).

Kendati demikian, dia tidak mengetahui berapa jumlah karyawannya yang ikut demo di Jakarta. Tetapi, dia membantah, jika pelayanan di RSUD Kota Depok terganggu.

"Memang ada beberapa dokter yang mengikuti aksi solidaritas ke Jakarta, namun pelayanan kesehatan terhadap masyarakat tetap berjalan dan tidak terganggu," katanya.

Ia menambahkan, dari 80 dokter yang ada di RSUD, tiga di antaranya ikut aksi solidaritas di Jakarta. Sedangkan pelayanan poliklinik dan UGD tetap berjalan normal.

"UGD tetap ada dokternya sekira enam orang, untuk pelayanan poliklinik memang kurang maksimal karena tidak ada dokter spesialisnya. Namun secara keseluruhan pelayanan tetap berjalan normal," paparnya.

Sementara itu, salah seorang pasien merasa kecewa dengan tidak adanya dokter spesialis di RSUD Kota Depok. Melihat kondisi tersebut, ia dan suaminya langsung balik kanan.

"Informasi yang kami dapat katanya dokternya sedang mengikuti seminar," ungkap Rosanah, pasien yang berasal dari wilayah Parung.

Berbeda dengan RSUD, keramaian justru begitu terlihat di UPT Puskesmas Sawangan. Pengunjung atau pasien yang ingin berobat tetap terlihat normal meskipun dua orang dokter di Puskesmas itu tidak masuk.

"Pelayanan bagi masyarakat di puskesmas tetap berjalan. Untuk sementara memang tidak dapat ditangani langsung oleh dokter namun hanya bisa ditangani oleh perawat dan bidan," kata Kepala UPT Puskesmas Sawangan, Mahindra.

Namun terkait dengan admistrasi dan surat keterangan dokter serta rujukan terpaksa harus ditunda. Karena hal tersebut dikatakannya harus ditandatangani dan menjadi kewenangan dokter.
(mhd)
Berita Terkait
Dekan FK Unair Dipecat,...
Dekan FK Unair Dipecat, Ksatria Airlangga Bakal Gelar Aksi Solidaritas!
Dokter Tifa Ingatkan...
Dokter Tifa Ingatkan Peristiwa Nepal Harus Jadi Alarm di Indonesia
BEM SI Gelar Demo di...
BEM SI Gelar Demo di Gedung DPR, Dokter Peringatkan Risiko Ini
Diduga Kampanye Negatif...
Diduga Kampanye Negatif Galon Isi Ulang, Klinik Dokter Kecantikan di Demo Massa
Kesehatan Mahasiswa...
Kesehatan Mahasiswa Dibanting Polisi Sempat Memburuk, Dokter Tirta: Harus MRI Lengkap
Begini Pesan Pratiwi...
Begini Pesan Pratiwi Nugraheni, Dokter dan Pebisnis Sukses
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
1 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
1 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
2 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
2 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
3 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved