Diajak ke hotel, mobil wanita muda dibawa kabur
Sabtu, 23 November 2013 - 01:17 WIB
Diajak ke hotel, mobil wanita muda dibawa kabur
A
A
A
Sindonews.com - Dua wanita muda diperdaya dan di kuncikan di dalam kamar 301 Hotel Permata, Jalan Dr Wahidin, Candisari, Semarang. Tak cukup sampai di situ, pelaku juga membawa kabur mobil milik korban.
Dua perempuan yang dikunci di kamar itu masing-masing, Veti Rukmana (21), warga asli Pakishaji, Syawalan Timur, Jepara dan Eli Hamiadah alias Lia alias Maya (28), warga Kuwasen, Jepara.
Mobil yang dibawa kabur pelaku adalah Toyota Innova warna hitam tahun 2010 nomor polisi H 8904 FE. Mobil itu milik korban Veti.
Insiden, kata Veti, bermula saat ia bersama Lia jalan-jalan di Mal Ciputra, Simpanglima, Semarang. Mereka berdua menggunakan Toyota Innova itu.
"Seorang pria yang saya kenal bernama Wawan kemudian menelepon. Dia mengaku bekerja sebagai polisi di Semarang. Saya kenal sekitar dua bulan lalu," katanya saat melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, Jumat (22/11/2013) malam.
Pembicaraan telepon seluler itu akhirnya berujung saling ketemu di Jalan Pemuda, Kota Semarang, tepatnya di depan Bank BCA, sekira pukul 18.00. Wawan menggunakan mobil Avanza.
Veti dan Eli kemudian mengikuti Wawan. Dua mobil itu bergerak ke Hotel Permata. Sekira pukul 19.00, mereka bertiga memesan satu kamar hotel.
"Tak lama, Wawan menerima telepon. Katanya dari temannya. Lalu keluar kamar, katanya sekalian membeli minuman suplemen," tambahnya.
Veti tidak menyadari jika ternyata kunci mobilnya sudah diambil pelaku. Veti dan Eli kemudian dikunci dari luar. "Kami keluar lewat jendela, meminta tolong," tambahnya.
Petugas hotel dan polisi yang menerima informasi langsung menuju TKP. Petugas yang datang, gabungan dari Polsek Gajahmungkur dan Polrestabes Semarang.
Informasi yang didapat, petugas di kamar TKP itu menemukan obat kuat, sisa makanan dan satu pak kondom berisi 12 buah, namun tersisa 8 buah. TKP dilingkarkan garis polisi.
Korban yang melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) menjelang pukul 22.00, dilanjutkan dengan diambil keterangannya oleh petugas.
Kepala Operasional Hotel Permata, Yossy, mengungkapkan keterangan berbeda. "Mereka bertiga, satu cowok dan dua cewek, check in pukul 17.15, bukan pukul 19.00," katanya.
Kapolsek Gajahmungkur, Kompol EG. Pandia, menduga pelaku berjumlah dua orang. "Kami masih selidiki. Diduga rekan pelaku, sudah menunggu di dalam mobil," tandasnya.
Berdasar keterangan korban, pelaku berciri-ciri perut gendut, rambut cepak, memakai kaos warna oranye saat kejadian, dan bersepatu warna cokelat.
Dua perempuan yang dikunci di kamar itu masing-masing, Veti Rukmana (21), warga asli Pakishaji, Syawalan Timur, Jepara dan Eli Hamiadah alias Lia alias Maya (28), warga Kuwasen, Jepara.
Mobil yang dibawa kabur pelaku adalah Toyota Innova warna hitam tahun 2010 nomor polisi H 8904 FE. Mobil itu milik korban Veti.
Insiden, kata Veti, bermula saat ia bersama Lia jalan-jalan di Mal Ciputra, Simpanglima, Semarang. Mereka berdua menggunakan Toyota Innova itu.
"Seorang pria yang saya kenal bernama Wawan kemudian menelepon. Dia mengaku bekerja sebagai polisi di Semarang. Saya kenal sekitar dua bulan lalu," katanya saat melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, Jumat (22/11/2013) malam.
Pembicaraan telepon seluler itu akhirnya berujung saling ketemu di Jalan Pemuda, Kota Semarang, tepatnya di depan Bank BCA, sekira pukul 18.00. Wawan menggunakan mobil Avanza.
Veti dan Eli kemudian mengikuti Wawan. Dua mobil itu bergerak ke Hotel Permata. Sekira pukul 19.00, mereka bertiga memesan satu kamar hotel.
"Tak lama, Wawan menerima telepon. Katanya dari temannya. Lalu keluar kamar, katanya sekalian membeli minuman suplemen," tambahnya.
Veti tidak menyadari jika ternyata kunci mobilnya sudah diambil pelaku. Veti dan Eli kemudian dikunci dari luar. "Kami keluar lewat jendela, meminta tolong," tambahnya.
Petugas hotel dan polisi yang menerima informasi langsung menuju TKP. Petugas yang datang, gabungan dari Polsek Gajahmungkur dan Polrestabes Semarang.
Informasi yang didapat, petugas di kamar TKP itu menemukan obat kuat, sisa makanan dan satu pak kondom berisi 12 buah, namun tersisa 8 buah. TKP dilingkarkan garis polisi.
Korban yang melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) menjelang pukul 22.00, dilanjutkan dengan diambil keterangannya oleh petugas.
Kepala Operasional Hotel Permata, Yossy, mengungkapkan keterangan berbeda. "Mereka bertiga, satu cowok dan dua cewek, check in pukul 17.15, bukan pukul 19.00," katanya.
Kapolsek Gajahmungkur, Kompol EG. Pandia, menduga pelaku berjumlah dua orang. "Kami masih selidiki. Diduga rekan pelaku, sudah menunggu di dalam mobil," tandasnya.
Berdasar keterangan korban, pelaku berciri-ciri perut gendut, rambut cepak, memakai kaos warna oranye saat kejadian, dan bersepatu warna cokelat.
(mhd)