Garuda dalami kasus ketegangan dengan 2 gubernur
Jum'at, 22 November 2013 - 18:33 WIB
Garuda dalami kasus ketegangan dengan 2 gubernur
A
A
A
Sindonews.com - Insiden ketegangan antara dua gubernur dan Duty Manager Garuda Indonesia, Jumat (22/11/2013), memaksa pihak Garuda mengambil sikap.
Senior Manager Hub Garuda Indonesia Makassar, Join Hilarion Kullit, menyatakan jika pihaknya telah memeriksa kasus itu.
"Karyanto mengakui jika memang ada insiden penumpang protes delay pesawat. Jadi, aktu mendarat, pesawat jam 16.00 Wita. Tapi justru pesawat itu tiba di bandara jam 16.50 dari Gorontalo," terang Join, Jumat (22/11/2013).
Ditambah lagi, lanjutnya, pesawat terlambat terbang karena harus menunggu penumpang transit dari Sorong.
"Memang pejabat telah berada di atas pesawat. Tapi karena ada penumpang transit dari Sorong dan Kendari berjumlah 11 orang, maka pihak Garuda menunggu penumpang tersebut. Kami tidak bisa meninggalkan mereka, karena setelah pesawat itu, sudah tidak ada lagi pesawat yang berangkat ke Jakarta," jelasnya.
Baca juga: Delay, Gubernur Sulsel bersitegang dengan Manajer Garuda
Gubernur Sulbar juga ikut bersitegang dengan Manajer Garuda
Senior Manager Hub Garuda Indonesia Makassar, Join Hilarion Kullit, menyatakan jika pihaknya telah memeriksa kasus itu.
"Karyanto mengakui jika memang ada insiden penumpang protes delay pesawat. Jadi, aktu mendarat, pesawat jam 16.00 Wita. Tapi justru pesawat itu tiba di bandara jam 16.50 dari Gorontalo," terang Join, Jumat (22/11/2013).
Ditambah lagi, lanjutnya, pesawat terlambat terbang karena harus menunggu penumpang transit dari Sorong.
"Memang pejabat telah berada di atas pesawat. Tapi karena ada penumpang transit dari Sorong dan Kendari berjumlah 11 orang, maka pihak Garuda menunggu penumpang tersebut. Kami tidak bisa meninggalkan mereka, karena setelah pesawat itu, sudah tidak ada lagi pesawat yang berangkat ke Jakarta," jelasnya.
Baca juga: Delay, Gubernur Sulsel bersitegang dengan Manajer Garuda
Gubernur Sulbar juga ikut bersitegang dengan Manajer Garuda
(rsa)