KM. Crystal Jade 2 hari kandas di Waingapu
Jum'at, 22 November 2013 - 13:06 WIB
KM. Crystal Jade 2 hari kandas di Waingapu
A
A
A
Sindonews.com - Sudah lebih dari dua malam Kapal Motor (KM) Crystal Jade, kandas di sekitar pantai Kampung Bugis, Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kapal bermuatan kontainer dan sembako itu, diduga kuat tak kuasa melawan arus deras laut, akibat angin kencang dan cuaca buruk. Kapal yang dinahkodai Jack James Wiliam dengan 19 Anak Buah Kapal (ABK) itu, hingga kini masih terus kandas di tumpukan pasir dan karang.
Beberapa nelayan dan warga sekitar lokasi menduga, kapal itu sebelumnya mengalami kerusakan mesin, hingga dengan mudah terseret arus ke peairan dangkal. Namun, ada pula warga yang menyalahkan sistem keamanan pelayaran dis ekitar Pelabuhan Rakyat (Pelra) Waingapu dan pesisir pantai Kampung Bugis.
”Di situ memang kawasan karang dan pasir. Kalau air surut begini, kita bisa jalan kaki ke kapal itu. Airnya hanya setinggi paha. Sebenarnya ada lampu peringatan di situ. Tapi sudah hampir dua tahun lampunya tidak ada, karena rusak dan belum juga diganti,” papar Hadi (28) nelayan Kampung Bugis, Jumat (22/11/2013).
Sepengetahuannya, sambung Hadi, telah ada empat Kapal Bear yang kandas di area yang sama. “Kapal Wilis milik Pelni dan juga kapal pesiar pernah kandas di situ. Kalau kapal barang ini yang kedua," tambahnya.
Dia melanjutkan, kalau nelayan di sekitar kawasan itu, dan kapten kapal yang sudah sering ke Waingapu, pasti sudah paham daerah itu. Tetapi, kalau orang baru, dan kaptennya baru pertama kali datang Waingapu, dia akan terjebak.
Walau tidak mengakibatkan korban jiwa, namun kapal ini terus menjadi tontonan warga. Seperti terpantau hingga siang ini, beberapa ABK nampak berusaha turun dan melihat kondisi dasar kapal. Namun, hingga kini belum dapat berbuat banyak.
Adapun cuaca buruk yang ditandai dengan angin yang cukup kencang disertai gerimis, beberapa hari terakhir memang melanda beberapa wilayah di Sumba Timur.
Terkait kondisi itu, sejumlah nelayan di pesisir Pantai Waingapu, memilih untuk berlindung dan menambatkan perahu mereka di sekitar pelabuhan rakyat, atau di area hutan mangrove kawasan Kampung Bugis.
Kapal bermuatan kontainer dan sembako itu, diduga kuat tak kuasa melawan arus deras laut, akibat angin kencang dan cuaca buruk. Kapal yang dinahkodai Jack James Wiliam dengan 19 Anak Buah Kapal (ABK) itu, hingga kini masih terus kandas di tumpukan pasir dan karang.
Beberapa nelayan dan warga sekitar lokasi menduga, kapal itu sebelumnya mengalami kerusakan mesin, hingga dengan mudah terseret arus ke peairan dangkal. Namun, ada pula warga yang menyalahkan sistem keamanan pelayaran dis ekitar Pelabuhan Rakyat (Pelra) Waingapu dan pesisir pantai Kampung Bugis.
”Di situ memang kawasan karang dan pasir. Kalau air surut begini, kita bisa jalan kaki ke kapal itu. Airnya hanya setinggi paha. Sebenarnya ada lampu peringatan di situ. Tapi sudah hampir dua tahun lampunya tidak ada, karena rusak dan belum juga diganti,” papar Hadi (28) nelayan Kampung Bugis, Jumat (22/11/2013).
Sepengetahuannya, sambung Hadi, telah ada empat Kapal Bear yang kandas di area yang sama. “Kapal Wilis milik Pelni dan juga kapal pesiar pernah kandas di situ. Kalau kapal barang ini yang kedua," tambahnya.
Dia melanjutkan, kalau nelayan di sekitar kawasan itu, dan kapten kapal yang sudah sering ke Waingapu, pasti sudah paham daerah itu. Tetapi, kalau orang baru, dan kaptennya baru pertama kali datang Waingapu, dia akan terjebak.
Walau tidak mengakibatkan korban jiwa, namun kapal ini terus menjadi tontonan warga. Seperti terpantau hingga siang ini, beberapa ABK nampak berusaha turun dan melihat kondisi dasar kapal. Namun, hingga kini belum dapat berbuat banyak.
Adapun cuaca buruk yang ditandai dengan angin yang cukup kencang disertai gerimis, beberapa hari terakhir memang melanda beberapa wilayah di Sumba Timur.
Terkait kondisi itu, sejumlah nelayan di pesisir Pantai Waingapu, memilih untuk berlindung dan menambatkan perahu mereka di sekitar pelabuhan rakyat, atau di area hutan mangrove kawasan Kampung Bugis.
(san)