Ada 7 ABG yang dipaksa layani sopir
Rabu, 20 November 2013 - 19:49 WIB
Ada 7 ABG yang dipaksa layani sopir
A
A
A
Sindonews.com - AS juragan angkot yang ditangkap Polsek Sukmajaya mengaku sengaja menyediakan remaja ABG untuk melayani anak buahnya. As berdalih, agar kerja anak buahnya bagus dan tidak macam-macam.
"ABG yang disediakan oleh AS diancam akan dipukul jika tidak mau melayani anak buahnya," kata Kapolsek Sukmajaya Kompol Agus Widodo, Rabu (20/11/2013).
Dari rumah kontrakan As di Jalan Teluk Bayur, Sukmajaya polisi berhasil menyelamatkan dua ABG. Kedua korban diperlakukan seenaknya di rumah itu sejak Agustus lalu.
"Mereka bilang total korban ada 7 orang, semuanya di bawah umur," kata Agus.
Hingga saat ini polisi masih mengembangkan korban-korban itu. Terungkapnya kasus ini berdasarkan laporan warga yang curiga karena di rumah itu kerap didatangi remaja putri.
Setelah dilakukan penggeledahan, diketahui satu abg sedang menangis lantaran dipaksa melayani nafsu bejat anak buah As. "Satu anak lagi menangis. Karena dia dipaksa melayani nafsu anak buah As," tukas Agus.
Hingga kini, kasusnya masih ditelusuri. Kemungkinan pelaku lain masih ada. Demikian juga dengan korban lainnya. "Masih kami telusuri korban lainnya juga," tutupnya.
"ABG yang disediakan oleh AS diancam akan dipukul jika tidak mau melayani anak buahnya," kata Kapolsek Sukmajaya Kompol Agus Widodo, Rabu (20/11/2013).
Dari rumah kontrakan As di Jalan Teluk Bayur, Sukmajaya polisi berhasil menyelamatkan dua ABG. Kedua korban diperlakukan seenaknya di rumah itu sejak Agustus lalu.
"Mereka bilang total korban ada 7 orang, semuanya di bawah umur," kata Agus.
Hingga saat ini polisi masih mengembangkan korban-korban itu. Terungkapnya kasus ini berdasarkan laporan warga yang curiga karena di rumah itu kerap didatangi remaja putri.
Setelah dilakukan penggeledahan, diketahui satu abg sedang menangis lantaran dipaksa melayani nafsu bejat anak buah As. "Satu anak lagi menangis. Karena dia dipaksa melayani nafsu anak buah As," tukas Agus.
Hingga kini, kasusnya masih ditelusuri. Kemungkinan pelaku lain masih ada. Demikian juga dengan korban lainnya. "Masih kami telusuri korban lainnya juga," tutupnya.
(ysw)