Desak revisi UMK, buruh ancam turunkan Ganjar

Selasa, 19 November 2013 - 18:26 WIB
Desak revisi UMK, buruh...
Desak revisi UMK, buruh ancam turunkan Ganjar
A A A
Sindonews.com – Meski besaran Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2014 telah ditetapkan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pada Senin (18/11/2013), namun gelombang unjuk rasa masih saja terjadi.

Ribuan orang dari berbagai aliansi buruh se-Jateng kembali menggeruduk kantor Gubernuran Jalan Pahlawan Kota Semarang.

Ribuan buruh yang datang menggunakan sepeda motor kemudian menggelar orasi bebas di depan kantor Gubernuran. Mereka juga membawa berbagai bendera serikat juga spanduk yang bertuliskan penolakan penetapan upah murah di Jateng.

“Mari kawan-kawan, kita bersama-sama berjuang untuk mendapatkan hak-hak kita. Karena Ganjar Pranowo, gubernur terpilih yang dulu kita dukung bersama, kali ini dia telah menyakiti kita,” kata salah satu orator disambut teriakan pendukung, Selasa (19/11/2013).

Sementara itu, koordinator aksi Ahmad Zainudin saat ditemui KORAN SINDO mengatakan, aksi demonstrasi tersebut adalah bentuk kekecewaan kaum buruh atas penetapan UMK yang dilakukan Ganjar.

Selain itu, buruh juga mendesak agar Ganjar merevisi penetapan UMK tersebut sebelum 1 Januari 2014.

“Kami mendesak untuk direvisi, siapa bilang itu tidak bisa dilakukan. Penetapan itu bukanlah kitab suci yang tidak bisa diubah-ubah, masih ada celah bagi Ganjar selaku Gubernur untuk merevisi hal itu,” tegasnya.

Lebih lanjut Ahmad menambahkan, penetapan UMK 2014 yang telah ditandatangani Ganjar tersebut masih jauh dari harapan. Dengan kata lain, Ganjar imbuh dia belum mendukung penegakan upah layak bagi Provinsi Jateng.

“Padahal dia memiliki kontrak politik dengan kaum buruh yang telah memenangkannya saat pilkada lalu, kini dia sendiri yang melanggar kontrak politik itu. Jangan salahkan kami jika kami yang telah memilihnya menjadi gubernur, kemudian kami yang nantinya akan menurunkannya secara paksa,” ancamnya.

Ahmad mengklaim bahwa buruh Jateng mampu menurunkan kedudukan Ganjar dari kursi gubernur. Karena menurutnya, buruh di Jateng memiliki massa yang sangat besar.

“Buruh Jateng ini totalnya hingga ratusan ribu. Jika mereka semua melawan, maka bisa jadi Ganjar dapat lengser dari jabatannya. Tentu ini tidak mudah, namun ketika Ganjar tidak mempedulikan nasib kami, maka kami akan menempuh berbagai cara termasuk meminta pimpinan partainya untuk menggantinya karena dia sendiri telah melanggar rekomendasi PDI Perjuangan tentang penolakan upah murah,” pungkasnya.
(lns)
Berita Terkait
Massa Buruh Bersama...
Massa Buruh Bersama Rakyat Heningkan Cipta hingga Bakar Tikus Berdasi
6 Tuntutan Buruh Menggema,...
6 Tuntutan Buruh Menggema, Aktivitas Gedung DPR Lengang
Buruh Demo di Depan...
Buruh Demo di Depan DPR Sambil Koreografi Barisan Perjuangan
Ribuan Buruh Bakal Geruduk...
Ribuan Buruh Bakal Geruduk Istana Besok, Ini 3 Tuntutan Utama
Ribuan Buruh Dijadwalkan...
Ribuan Buruh Dijadwalkan Gelar Aksi di Patung Kuda Monas Hari Ini
Ribuan Buruh Lakukan...
Ribuan Buruh Lakukan Demo Menolak Tapera di Istana
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
51 menit yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
1 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
1 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
1 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
2 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
2 jam yang lalu
Infografis
Memanas, Pakistan Ancam...
Memanas, Pakistan Ancam Serang India dengan Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved