Ini kronologis aksi Muhdin bacok keluarganya
Senin, 18 November 2013 - 21:19 WIB
Ini kronologis aksi Muhdin bacok keluarganya
A
A
A
Sindonews.com - Seorang remaja nekat menganiaya keluarganya tanpa sebab. Ibu dan adik pelaku nyaris tewas akibat amukan Muhdin di rumahnya di Jalan Taman Vila Meruya RT 03/ 06, Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat, kemarin.
Muhdin adalah anak kedua pasangan suami istri Nijan (52) dan Marwah (50). Muhdin yang diduga mengalami kelainan jiwa nekat melukai kedua orangtuanya, kakak kandungnya yang bernama Maswan (33), serta kedua adiknya Mulyadi (23) dan Yuli (22).
Peristiwa yang terjadi kemarin itu, bermula ketika Mulyadi yang sedang tertidur pulas dianiaya oleh Muhdin menggunakan golok. Mulyadi pun kini dalam kondisi kritis di Rumah Sakit (RS) Yadika Karang Mulya, Karang Tengah lantaran mengalami luka sebanyak 250 jahitan di Kepala hingga dagu.
Yuli yang melihat kejadian tersebut mencoba menghentikan aksi Muhdin, namun nahas Yuli juga dilukai bagian kepala belakangnya oleh Muhdin.
Yuli pun berteriak hingga mengundang kedatangan Nijan dan Marmah yang sedang berada di sebelah rumah tempat kejadian perkara. Kemudian, ketika Nijan dan Yuli mencoba menenangkan, Muhdin malah melayangkan goloknya di kepala Nijan dan tangan kanan Marmah.
"Pas saya pulang habis berjaga malam di perumahan Vila meruya, saya lihat dirumah ramai, saya pun langsung berlari dan masuk rumah, namun tanpa bicara dia langsung membacok kepala dan tangan kiri saya" kata Maswan di teras rumahnya dengan perban dikepala bekas luka jahitan, Senin (18/11/2013).
Maswan dan Nijan memang tidak perlu dirawat lantaran hanya mengalami luka sobek kecil dikepala, sedangkan Marmah, Yuli dan Mulyadi masih berada dalam kondisi kritis.
"Ibu dan adik saya di RS. Sari Asih, Ciledug. Adik saya baru operasi tadi pagi," ujarnya.
Muhdin merupakan lulusan SMK yang terletak di bilangan Kemanggisan, Jakarta Barat. Bahkan dia sempat bekerja di bengkel daerah Pluit, Jakarta Utara selama enam bulan dan satpam di perumahan Kavling DKI, Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat, selama dua tahun.
Sejak tahun terakhir sebelum berhenti bekerja menjadi satpam, Muhdin terlihat aneh. Dia sering berbicara sendiri.
Muhdin adalah anak kedua pasangan suami istri Nijan (52) dan Marwah (50). Muhdin yang diduga mengalami kelainan jiwa nekat melukai kedua orangtuanya, kakak kandungnya yang bernama Maswan (33), serta kedua adiknya Mulyadi (23) dan Yuli (22).
Peristiwa yang terjadi kemarin itu, bermula ketika Mulyadi yang sedang tertidur pulas dianiaya oleh Muhdin menggunakan golok. Mulyadi pun kini dalam kondisi kritis di Rumah Sakit (RS) Yadika Karang Mulya, Karang Tengah lantaran mengalami luka sebanyak 250 jahitan di Kepala hingga dagu.
Yuli yang melihat kejadian tersebut mencoba menghentikan aksi Muhdin, namun nahas Yuli juga dilukai bagian kepala belakangnya oleh Muhdin.
Yuli pun berteriak hingga mengundang kedatangan Nijan dan Marmah yang sedang berada di sebelah rumah tempat kejadian perkara. Kemudian, ketika Nijan dan Yuli mencoba menenangkan, Muhdin malah melayangkan goloknya di kepala Nijan dan tangan kanan Marmah.
"Pas saya pulang habis berjaga malam di perumahan Vila meruya, saya lihat dirumah ramai, saya pun langsung berlari dan masuk rumah, namun tanpa bicara dia langsung membacok kepala dan tangan kiri saya" kata Maswan di teras rumahnya dengan perban dikepala bekas luka jahitan, Senin (18/11/2013).
Maswan dan Nijan memang tidak perlu dirawat lantaran hanya mengalami luka sobek kecil dikepala, sedangkan Marmah, Yuli dan Mulyadi masih berada dalam kondisi kritis.
"Ibu dan adik saya di RS. Sari Asih, Ciledug. Adik saya baru operasi tadi pagi," ujarnya.
Muhdin merupakan lulusan SMK yang terletak di bilangan Kemanggisan, Jakarta Barat. Bahkan dia sempat bekerja di bengkel daerah Pluit, Jakarta Utara selama enam bulan dan satpam di perumahan Kavling DKI, Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat, selama dua tahun.
Sejak tahun terakhir sebelum berhenti bekerja menjadi satpam, Muhdin terlihat aneh. Dia sering berbicara sendiri.
(ysw)