Ditutup 4 bulan, Jalan Pepaya 'mati suri'

Senin, 18 November 2013 - 08:41 WIB
Ditutup 4 bulan, Jalan...
Ditutup 4 bulan, Jalan Pepaya 'mati suri'
A A A
Sindonews.com - Warga Jalan Pepaya RT 002/RW 007, Pondok Cina, Beji, Depok meminta agar akses jalan dibuka kembali. Pasalnya, sejak empat bulan lalu PT Kereta Api Indonesia (KAI) menutup akses jalan tersebut membuat warga sekitar harus berputar melalui Gang Kober jika ingin menuju stasiun.

Keluhan juga datang dari mahasiswa yang kost di Jalan Pepaya. Karena mereka juga harus menempuh jarak lebih jauh jika menuju kampus yang letaknya hanya di seberang stasiun.

Penutupan akses jalan itu sejak empat bulan lalu dirasa sangat menyengsarakan warga. Karena mereka harus menghabiskan waktu jika berputar ke Gang Kober.

Padahal, dahulu mereka hanya perlu waktu kurang dari lima menit menuju stasiun dan kampus Universitas Indonesia (UI). Keluhan warga telah disampaikan pada pihak stasiun. Namun hingga kini belum ada tanggapan apapun. Kini, mereka hanya meminta jalan terbaik atas penutupan jalan itu.

Warga sekitar kemudian mengeluhkan permasalahan tersebut ke DPRD Kota Depok. Hingga salah seorang angggota DPRD Kota Depok meninjau lokasi tersebut. Setelah mendengar keluhan warga serta melihat kondisi yang ada, dewan berupaya menyampaikan keluhan warga.

"Harus ada pembicaraan untuk menyelesaikan permasalahan ini. Karena yang bisa mengambil keputusan adalah PT KAI," kata anggota Komisi D DPRD Depok Tengku Farida Rachmayanti kepada wartawan di Depok, Senin (18/11/2013).

Alasan pihaknya mendukung dibukanya kembali akses jalan itu karena dirasa sebagai hal krusial. Jalan Pepaya sangat dibutuhkan warga sekitar, terutama mahasiswa yang kost di jalan itu.

"Pasca dilakukan penutupan Jalan Pepaya oleh PT KAI kondisinya saat ini sepi. Seperti tidak ada aktifitas lagi karena warung-warung kecil pun terpaksa tutup," ujarnya.

Pembangunan yang dilakukan tidak harus merugikan masyarakat kecil. Seharusnya, kata dia, dengan adanya pembangunan justru meningkatkan kegiatan ekonomi pelaku usaha kecil.

Dari keluhan yang diterima, selain melemahnya pelaku usaha, warga juga sangat keberatan karena penutupan jalan sangat merugikan mereka. Pertama mereka harus berputar jauh sehingga menambah waktu tempuh. Kedua, roda perekonomian pun menjadi terpuruk.

"Padahal seharusnya, pembangunan menempatkan masyarakat sebagai subyek. Akan banyak yang diuntungkan kalau masyarakat juga dilibatkan," tegasnya.
(mhd)
Berita Terkait
3 Alasan Mengapa Kereta...
3 Alasan Mengapa Kereta Api Tidak Bisa Berhenti Mendadak Menurut KAI
Deretan Kecelakaan Kereta...
Deretan Kecelakaan Kereta Api Terburuk dalam Sejarah, Nomor 5 Paling Tragis
10 Kereta Api Tercepat...
10 Kereta Api Tercepat di Dunia, Nomor 1 Melaju 460 Km/Jam
Kereta Tabrak Bus di...
Kereta Tabrak Bus di Thailand, 8 Orang Tewas
Dampak Banjir, Seluruh...
Dampak Banjir, Seluruh Perjalanan KA Jarak Jauh dan Lokal Kembali Dibatalkan Hari ini
Kereta Bandara Soetta...
Kereta Bandara Soetta Mulai Beroperasi 1 Juli 2020
Berita Terkini
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
10 menit yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
28 menit yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalteng Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
45 menit yang lalu
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
7 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
7 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
7 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved