Sampah di Ciwalen sudah 1 bulan belum diangkut
Jum'at, 15 November 2013 - 13:46 WIB
Sampah di Ciwalen sudah 1 bulan belum diangkut
A
A
A
Sindonews.com - Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Garut mengaku sampah di kawasan Ciwalen belum diangkut selama satu bulan. Hal itu kontan menimbulkan kemarahan bagi warga sekitar.
Kepala Dinas LH Kabupaten Garut Iwan Trisnadiwan mengatakan, penanganan sampah di daerah itu belum dilakukan, karena bak penyimpanan sampah yang biasa disimpan, tengah diperbaiki.
“Bak sampahnya rusak berat. Tingkat korosinya sudah parah. Jadi kami perbaiki,” kata Iwan, kepada wartawan, Jumat (15/11/2013).
Selain kendala tempat sampah, Iwan pun menyatakan, keterbatasan armada menjadi penyebab sampah di lokasi ini belum diangkut. Dari 24 armada pengangkut sampah yang dimiliki Kabupaten Garut, hanya 70 persen saja yang masih dalam kondisi baik dan beroperasi.
“Banyak armada sampah yang sudah usang atau uzur. Sedangkan kendaraan yang masih bisa dioperasikan, sementara harus berkeliling ke daerah lain. Sementara cakupannya cukup luas sekali,” ungkapnya.
Menurut Iwan, bertumpuknya sampah di kawasan Ciwalen juga diakibatkan karena produksi sampah yang berlebih. Bukan hanya warga, sampah di kawasan ini pun diproduksi oleh pengunjung pusat pemberlanjaan Garut Plaza dan Pasar Baru.
“Di tempat itu, sampah ditarik dua kali sehari. Baru saja lima menit diangkut, sampahnya sudah kembali menumpuk. Susah diatur sekali di situ,” tukasnya.
Kepala Dinas LH Kabupaten Garut Iwan Trisnadiwan mengatakan, penanganan sampah di daerah itu belum dilakukan, karena bak penyimpanan sampah yang biasa disimpan, tengah diperbaiki.
“Bak sampahnya rusak berat. Tingkat korosinya sudah parah. Jadi kami perbaiki,” kata Iwan, kepada wartawan, Jumat (15/11/2013).
Selain kendala tempat sampah, Iwan pun menyatakan, keterbatasan armada menjadi penyebab sampah di lokasi ini belum diangkut. Dari 24 armada pengangkut sampah yang dimiliki Kabupaten Garut, hanya 70 persen saja yang masih dalam kondisi baik dan beroperasi.
“Banyak armada sampah yang sudah usang atau uzur. Sedangkan kendaraan yang masih bisa dioperasikan, sementara harus berkeliling ke daerah lain. Sementara cakupannya cukup luas sekali,” ungkapnya.
Menurut Iwan, bertumpuknya sampah di kawasan Ciwalen juga diakibatkan karena produksi sampah yang berlebih. Bukan hanya warga, sampah di kawasan ini pun diproduksi oleh pengunjung pusat pemberlanjaan Garut Plaza dan Pasar Baru.
“Di tempat itu, sampah ditarik dua kali sehari. Baru saja lima menit diangkut, sampahnya sudah kembali menumpuk. Susah diatur sekali di situ,” tukasnya.
(san)