Santri di Garut bisa sewa rusunawa murah, Rp20 ribu perbulan
Kamis, 14 November 2013 - 09:09 WIB
Santri di Garut bisa sewa rusunawa murah, Rp20 ribu perbulan
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) membangun rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) untuk Pondok Pesantren (Ponpes) Suci di Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut. Rusun tiga lantai ini memiliki biaya sewa yang cukup murah, yaitu paling tinggi Rp20 ribu per bulan.
“Pengelolaan rusunawa ini kami serahkan ke pihak ponpes. Berkapasitas untuk 200 santri. Para santri yang akan tinggal dikenakan biaya dimulai Rp5 ribu, Rp10 ribu atau Rp20 ribu per bulan. Biaya ini untuk merawat rusunawa sendiri,” kata Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz, di Garut, Rabu (13/11/2013).
Menurut Faridz, pemberian rusunawa bagi ponpes di Garut ini karena pihaknya ingin memberikan tempat tinggal yang layak bagi para santri. Tidak hanya membangun rusunawa, pihak Kemenpera pun membuatkan MCK komunal untuk santri.
“Ponpes merupakan satu-satunya lembaga pendidikan di Indonesia yang memiliki nilai sosial sangat tinggi. Mereka tidak pernah menetapkan biaya tinggal di pondok dan biaya makan serta minum para santri. Makanya, kami ingin memberikan sesuatu yang lebih bagi ponpes dan para santrinya,” ujarnya.
Rusunawa yang dihibahkan ini dibangun diatas tanah seluas 140 tumbak. Adapun total dana yang dianggarkan oleh pihak Kemenpera mencapai Rp2 miliar.
“Fasilitas rusunawa untuk para santri yang akan dibangun ini merupakan rusun ke lima di Garut. Kami sudah membuatkan sedikitnya empat rusunawa lain bagi santri yang lokasinya berbeda-beda,” ucapnya.
Dia menyebutkan, rusunawa serupa juga dibangun di Kecamatan Sukaresmi, Cibatu, Limbangan dan Kecamatan Tarogong Kidul. Pada 2013 ini, tambah Faridz, Kemenpera sudah membangun 127 rusunawa untuk ponpes di seluruh Indonesia.
“Target rusunawa untuk ponpes di 2014 mendatang adalah sebanyak 220 rusunawa. Permintaan sebenarnya sangat banyak, tapi kami mengalami keterbatasan anggaran,” katanya.
Lebih jauh Faridz mengungkapkan, di Indonesia setidaknya terdapat 27 ribu ponpes yang terdaftar dengan jumlah santri sekira 4 juta orang. Sedangkan di Garut, terdapat sekira 988 ponpes dengan jumlah santri diatas 64 ribu.
“Jika dibandingkan dengan jumlah ponpes yang ada, pembangunan ini masih jauh dari harapan. Namun, bisa mencapai minimal 10 persen saja sudah luar biasa. Yang pasti, rusunawa ini dibangun agar para santri memiliki tempat tinggal yang layak," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Informatika Setda Kabupaten Garut, Basuki Eko, mengatakan, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut sangat menyambut baik program hibah rusunawa untuk para santri tersebut. Menurutnya, program pemerintah ini menyentuh lapisan masyarakat secara langsung.
“Kami berharap, pemerintah pusat dapat melaksanakan program yang juga menyentuh masyarakat di beberapa tempat lain di Garut. Karena program seperti ini sangat membantu masyarakat,” ujarnya.
“Pengelolaan rusunawa ini kami serahkan ke pihak ponpes. Berkapasitas untuk 200 santri. Para santri yang akan tinggal dikenakan biaya dimulai Rp5 ribu, Rp10 ribu atau Rp20 ribu per bulan. Biaya ini untuk merawat rusunawa sendiri,” kata Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz, di Garut, Rabu (13/11/2013).
Menurut Faridz, pemberian rusunawa bagi ponpes di Garut ini karena pihaknya ingin memberikan tempat tinggal yang layak bagi para santri. Tidak hanya membangun rusunawa, pihak Kemenpera pun membuatkan MCK komunal untuk santri.
“Ponpes merupakan satu-satunya lembaga pendidikan di Indonesia yang memiliki nilai sosial sangat tinggi. Mereka tidak pernah menetapkan biaya tinggal di pondok dan biaya makan serta minum para santri. Makanya, kami ingin memberikan sesuatu yang lebih bagi ponpes dan para santrinya,” ujarnya.
Rusunawa yang dihibahkan ini dibangun diatas tanah seluas 140 tumbak. Adapun total dana yang dianggarkan oleh pihak Kemenpera mencapai Rp2 miliar.
“Fasilitas rusunawa untuk para santri yang akan dibangun ini merupakan rusun ke lima di Garut. Kami sudah membuatkan sedikitnya empat rusunawa lain bagi santri yang lokasinya berbeda-beda,” ucapnya.
Dia menyebutkan, rusunawa serupa juga dibangun di Kecamatan Sukaresmi, Cibatu, Limbangan dan Kecamatan Tarogong Kidul. Pada 2013 ini, tambah Faridz, Kemenpera sudah membangun 127 rusunawa untuk ponpes di seluruh Indonesia.
“Target rusunawa untuk ponpes di 2014 mendatang adalah sebanyak 220 rusunawa. Permintaan sebenarnya sangat banyak, tapi kami mengalami keterbatasan anggaran,” katanya.
Lebih jauh Faridz mengungkapkan, di Indonesia setidaknya terdapat 27 ribu ponpes yang terdaftar dengan jumlah santri sekira 4 juta orang. Sedangkan di Garut, terdapat sekira 988 ponpes dengan jumlah santri diatas 64 ribu.
“Jika dibandingkan dengan jumlah ponpes yang ada, pembangunan ini masih jauh dari harapan. Namun, bisa mencapai minimal 10 persen saja sudah luar biasa. Yang pasti, rusunawa ini dibangun agar para santri memiliki tempat tinggal yang layak," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Informatika Setda Kabupaten Garut, Basuki Eko, mengatakan, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut sangat menyambut baik program hibah rusunawa untuk para santri tersebut. Menurutnya, program pemerintah ini menyentuh lapisan masyarakat secara langsung.
“Kami berharap, pemerintah pusat dapat melaksanakan program yang juga menyentuh masyarakat di beberapa tempat lain di Garut. Karena program seperti ini sangat membantu masyarakat,” ujarnya.
(rsa)