Polemik Pilwali Surabaya, Soekarwo angkat bicara

Jum'at, 08 November 2013 - 02:40 WIB
Polemik Pilwali Surabaya,...
Polemik Pilwali Surabaya, Soekarwo angkat bicara
A A A
Sindonews.com - Alotnya pemilihan Wakil Wali Kota (Wawali) Surabaya membuat Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, angkat bicara. Bahkan, orang nomor satu di Pemprov Jatim ini bakal melakukan take over pembahasan RAPBD Kota Surabaya tahun 2014.

Sebab, keputusan skorsing dengan batas waktu yang tidak ditentukan membuat sejumlah agenda Kota Surabaya terhambat.

"Gubernur bisa mengambil alih (Take Cover) jika pembahasan RAPBD tidak jalan. Saya bukan memback up Walikota tapi memback up kepentingan rakyat Surabaya," kata Pakde Karwo di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (7/11/2013).

Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur ini mengaku bahwa Ketua DPRD Surabaya M Machmud telah berkonsultasi terkait persoalan tersebut.

Kepada Machmud, Soekarwo memberikan gambaran dan solusi atas alotnya pemilihan Wakil Walikota Surabaya. Alotnya pembahasan ini karena terjadi lantaran komunkasi politik sesama anggota dewan buntu.

"Pendapat saya, problemnya ada di komunikasi politik antar sesama anggota dewan. Saya enggak mau menyebutkan antara siapa dengan siapa. Mungkin satu pihak aktif komunikasi, lainnya pasif," tuturnya.

"Ini hanya masalah kepekaan politik lokal saja. Yang pasti, harus segera diisi kekosongan dari posisi jabatan Wawali Surabaya pasca ditinggal Bambang DH," tambahnya.

Soekarwo juga menepis akan melakukan intervensi karena Pilwawali batal Kuoforum. "Apa kepentingan pemprov mengintervensi. Yang benar kami memfasilitasi jika terjadi kebuntuan komunikasi politik. Yang pasti Demokrat juga tidak boleh oposisi dalam pemerintahan, kepentingan rakyat harus didahulukan. Mungkin APBD Surabaya pada 10 November bisa didok. Saya masih cari kajian hukum, apakah mereka yang tidak hadir selama tiga kali di paripurna, bisa diputus," tukasnya.
(rsa)
Berita Terkait
Lewat Kompetensi Praktik...
Lewat Kompetensi Praktik Lapangan, Praja Diharapkan Paham Pemerintahan Daerah
Sinergi Pemerintah Pusat...
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, BSKDN Kemendagri Tekankan Kolaborasi
Pulihkan Ekonomi, Daerah...
Pulihkan Ekonomi, Daerah Utang Rp12,24 Triliun ke Pusat
BSKDN Kemendagri: Konsep...
BSKDN Kemendagri: Konsep ITKPD Upaya Wujudkan Tujuan Otonomi Daerah
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Majukan Suatu Daerah...
Majukan Suatu Daerah Perlu Merangkul Semua Elemen Termasuk Seniman
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
6 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
6 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
6 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
6 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
6 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
7 jam yang lalu
Infografis
Tarif Tol Surabaya-Gempol...
Tarif Tol Surabaya-Gempol Mengalami Penyesuaian, Ini Daftarnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved