Buat malu PPP, caleg maling dipastikan dicoret
Senin, 04 November 2013 - 16:50 WIB
Buat malu PPP, caleg maling dipastikan dicoret
A
A
A
Sindonews.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memastikan mencoret RF, Caleg DPRD Lumajang asal PPP yang tertangkap basah saat mencuri handphone dan uang di Ponpes Syarifudin, Wonorejo. Bahkan, insiden tersebut dianggap telah mencoreng nama baik partai berlambang Kabah itu.
"Insiden ini mencoreng nama baik partai. Kami pastikan dicoret. Kami (DPW PPP Jatim) sudah mengintruksikan kepada DPC PPP Lumajang untuk membuat permohonan ke KPU Lumahang, agar mencoret caleg itu. Jika di KPU ada mekanisme, ya itu kita hormati," kata Ketua DPW PPP Musyafak Noer, ketika dikonfirmasi wartawan, Senin (4/11/2013).
Musyafak mengaku prihatin dengan insiden tersebut. Pasalnya, sebagai caleg PPP, tentunya harus mengemban akhlaq terpuji. Bahkan, kepastian mencoret itu tanpa harus melalui mekanisme Surat Peringatan (SP).
"Karena yang bersangkutan sudah tertangkap basah. Kecuali kalau bersumber dari informasi-informasi, kami harus tabayyun, klarifikasi, dan lain-lain. Karena RF sudah tertangkap basah, ya langsung diputuskan untuk dicoret sama kayak kasusnya Pak Akil (Akil Mukhtar)," ujarnya.
Musyafak juga mengaku belum mengetahui track record dari RF sebelum nyaleg melalui PPP. Apakah RF adalah kader asli, atau seseorang yang tertarik maju sebagai legislator melalui PPP.
"Informasi yang saya terima, dia memang pernah nyantri. Saya belum tahu detailnya. Tapi dengan kejadian itu, kita putuskan untuk dicoret, meski kabarnya dia ini anak seorang tokoh ternama di Lumajang," tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, berdalih karena butuh uang, RF yang juga warga Kalipepe, Kecamatan Yosowilangun, ini mencuri uang dan tiga telepon genggam milik santri di pesantren.
Rupanya, aksi RF ini dipergokki warga. Hingga akhirnya calon wakil rakyat ini menjadi bulan-bulanan massa. Dia sempat dirawat di RS Bhayangkara Lumajang, karena menderita luka pukulan sebelum diamankan ke Mapolres Lumajang.
Saat mencuri, para santri dan guru di ponpes tersebut sedang melaksanakan salat berjamaah. RF berpura-pura ikut salat. “Saya mengambil uang dan handphone di salah satu kamar pengurus pondok lewat jendela, tapi keburu tepergok santri,” ungkapnya, Senin 28 Oktober 2013.
"Insiden ini mencoreng nama baik partai. Kami pastikan dicoret. Kami (DPW PPP Jatim) sudah mengintruksikan kepada DPC PPP Lumajang untuk membuat permohonan ke KPU Lumahang, agar mencoret caleg itu. Jika di KPU ada mekanisme, ya itu kita hormati," kata Ketua DPW PPP Musyafak Noer, ketika dikonfirmasi wartawan, Senin (4/11/2013).
Musyafak mengaku prihatin dengan insiden tersebut. Pasalnya, sebagai caleg PPP, tentunya harus mengemban akhlaq terpuji. Bahkan, kepastian mencoret itu tanpa harus melalui mekanisme Surat Peringatan (SP).
"Karena yang bersangkutan sudah tertangkap basah. Kecuali kalau bersumber dari informasi-informasi, kami harus tabayyun, klarifikasi, dan lain-lain. Karena RF sudah tertangkap basah, ya langsung diputuskan untuk dicoret sama kayak kasusnya Pak Akil (Akil Mukhtar)," ujarnya.
Musyafak juga mengaku belum mengetahui track record dari RF sebelum nyaleg melalui PPP. Apakah RF adalah kader asli, atau seseorang yang tertarik maju sebagai legislator melalui PPP.
"Informasi yang saya terima, dia memang pernah nyantri. Saya belum tahu detailnya. Tapi dengan kejadian itu, kita putuskan untuk dicoret, meski kabarnya dia ini anak seorang tokoh ternama di Lumajang," tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, berdalih karena butuh uang, RF yang juga warga Kalipepe, Kecamatan Yosowilangun, ini mencuri uang dan tiga telepon genggam milik santri di pesantren.
Rupanya, aksi RF ini dipergokki warga. Hingga akhirnya calon wakil rakyat ini menjadi bulan-bulanan massa. Dia sempat dirawat di RS Bhayangkara Lumajang, karena menderita luka pukulan sebelum diamankan ke Mapolres Lumajang.
Saat mencuri, para santri dan guru di ponpes tersebut sedang melaksanakan salat berjamaah. RF berpura-pura ikut salat. “Saya mengambil uang dan handphone di salah satu kamar pengurus pondok lewat jendela, tapi keburu tepergok santri,” ungkapnya, Senin 28 Oktober 2013.
(san)