Gunakan motor, buruh longmarch ke Istana
Jum'at, 01 November 2013 - 11:52 WIB
Gunakan motor, buruh longmarch ke Istana
A
A
A
Sindonews.com - Ribuan buruh sudah memadati jalan protokol di Ibu Kota Jakarta. Kendati demikian, aksi buruh kali ini agak nampak berbeda dengan aksi biasanya. Pasalnya, ribuan buruh kini longmarch menggunakan 'kuda besi'.
Berdasarkan pantauan Sindonews, di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (1/11/2013), semua buruh yang hari ini turun ke jalan tidak ada yang berjalan kaki. Ribuan buruh itu menuju Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat menggunakan kendaraan roda dua atau motor.
Kalau biasanya para buruh melakukan longmarch dan perlahan serta menutup jalan yang dilintasinya menuju titik demo. Maka hal ini berbeda.
Mayoritas buruh yang melakukan itu adalah dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).
Walaupun menggunakan kendaraan roda dua, tetap saja ribuan buruh itu memadati serta mengganggu lalu lintas di sekitar jalan menuju kantor Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Ratusan kendaraan yang digunakan sempat membuat jalan tersendat, namum keadaan ini lebih baik bila dibandingkan dengan pilihan melakukan longmarch, karena Jalan Thamrin bisa lumpuh.
Ribuan buruh itu turun ke jalan karena menolak Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI yang sudah diteken Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebesar Rp2,4 juta. Karena hal tersebut tidak sesuai dengan keinginan buruh yang meminta kenaikan upah sebesar 50 persen atau Rp3,7 juta.
Berdasarkan pantauan Sindonews, di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (1/11/2013), semua buruh yang hari ini turun ke jalan tidak ada yang berjalan kaki. Ribuan buruh itu menuju Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat menggunakan kendaraan roda dua atau motor.
Kalau biasanya para buruh melakukan longmarch dan perlahan serta menutup jalan yang dilintasinya menuju titik demo. Maka hal ini berbeda.
Mayoritas buruh yang melakukan itu adalah dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).
Walaupun menggunakan kendaraan roda dua, tetap saja ribuan buruh itu memadati serta mengganggu lalu lintas di sekitar jalan menuju kantor Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Ratusan kendaraan yang digunakan sempat membuat jalan tersendat, namum keadaan ini lebih baik bila dibandingkan dengan pilihan melakukan longmarch, karena Jalan Thamrin bisa lumpuh.
Ribuan buruh itu turun ke jalan karena menolak Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI yang sudah diteken Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebesar Rp2,4 juta. Karena hal tersebut tidak sesuai dengan keinginan buruh yang meminta kenaikan upah sebesar 50 persen atau Rp3,7 juta.
(mhd)