Demo lagi, buruh disarankan lewat perwakilan

Kamis, 31 Oktober 2013 - 20:41 WIB
Demo lagi, buruh disarankan...
Demo lagi, buruh disarankan lewat perwakilan
A A A
Sindonews.com - Hari ini menjadi puncak demonstrasi buruh diberbagai titik di Indonesia. Setelah seminggu ini para buruh itu melakukan unjuk rasa sebagai bentuk pemanasan sebelum puncaknya.

Meski sudah berkali-kali buruh melakukan unjuk rasa, kepentingan mereka tetap sama yaitu kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP), hilangkan buruh kontrak (outsourcing) dan penerapan Badan Pengelola Jaminan sehat (BPJS).

"Aksi demo ketiga yang kami lakukan sudah mempertegas kalau kami tidak akan tetap pada tuntutan kami, apalagi selama kami melakukan tuntutan belum ada respon apapun dari Pemerintah Daerah," kata salah seorang koordinator aksi Ananto Prasetio di Bogor, Kamis (31/10/2013).

Selasa 29 Oktober 2013 lalu buruh juga melakukan aksi serupa. Kedatangan ribuan buruh saat itu untuk menagih janji pemerintah daerah yang sebelumnya mengatakan akan kenaikan UMK sebesar 50 persen.

Selain menuntut kenaikan upah, mereka juga meminta pemerintah untuk menghapus sistem kerja outsorching, pemberian jaminan sosial sekaligus mencabut Instruksi Presiden (Inpres) nomor 9 tahun 2013 tentang kebijakan penetapan upah minimum.

Ketua Aliansi Buruh Bogor, Bambang Suarsono mengatakan demo merupakan aksi buruh untuk menagih janji pemerintah daerah. "Kedatangan kami ke sini untuk menagih janji pemerintah untuk menaikkan upah para buruh," ucapnya.

Dia juga menginstruksikan kepada seluruh buruh di wilayah Kabupaten Bogor untuk terus menyuarakan tuntutan tersebut, dan siap melakukan aksi secara besar-besaran jika apa yang diminta tak digubris.

Menanggapi aksi buruh itu, Ketua Kadin Kabupaten Bogor, TB Nasrul menyayangkan aksi tersebut dilakukan dengan menggerakan masa secara besar-besaran.

"Ada baiknya kalau demo seperti di sampaikan saja melalui perwakilan buruh yang kemudian menyampaikan lagi kepada Pemerintah Daerah," ujarnya.

Hal itu dikarenakan, kata dia, kalau tuntutan itu disampaikan lewat perwakilan buruh akan lebih mengena. Sebab Dewan Pengupahan tidak harus di demo dulu baru bekerja.

"Setiap saat kalau ada aspirasi buruh melalui perwakilan saya rasa Dewan Pengupahan akan bekerja untuk menggodok besaran UMK yang diminta. Disisi lain Dewan pengupahan juga memiliki ukuran dan cara cara kerja yang pasti bisa diterima banyak pihak," tandasnya.

Baca berita terkait:
Mogok nasional, buruh ancam 'lumpuhkan' Indonesia
(mhd)
Berita Terkait
Ratusan Buruh Bongkar...
Ratusan Buruh Bongkar Gelar Demo di Gudang Bulog Kelapa Gading
10 Demonstrasi Terbesar...
10 Demonstrasi Terbesar dalam Sejarah, Salah Satunya Pawai Perempuan
Massa Buruh Ogah Pulang,...
Massa Buruh Ogah Pulang, KASBI: Kami Bertahan, Menunggu Respons Pemerintah!
Buruh Ancam Gelar Aksi...
Buruh Ancam Gelar Aksi Nasional jika Program Tapera Tak Dibatalkan
May Day 2024, Massa...
May Day 2024, Massa Mulai Bergerak di Jalan MH Thamrin Menuju Patung Kuda
May Day, Massa Buruh...
May Day, Massa Buruh Mulai Long March dari Balai Kota Jakarta ke Patung Kuda
Berita Terkini
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
22 menit yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
32 menit yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
37 menit yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
50 menit yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
1 jam yang lalu
Integrasi Pendidikan,...
Integrasi Pendidikan, Visitasi Rektorat UIN Jakarta Berjalan Lancar dan Tak Ganggu KBM
1 jam yang lalu
Infografis
6 Kendaraan Polisi yang...
6 Kendaraan Polisi yang Biasa Diterjunkan dalam Aksi Demo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved