Gubernur Aher minta UMK Jabar win-win solution

Kamis, 31 Oktober 2013 - 19:58 WIB
Gubernur Aher minta...
Gubernur Aher minta UMK Jabar win-win solution
A A A
Sindonews.com - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) berharap besaran Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) se-Jawa Barat tidak merugikan pihak terkait, dalam hal ini buruh dan pengusaha.

"Kita inginnya semua terselesaikan dengan baik, win-win solution," ujar Aher di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (31/10/2013).

Di satu sisi, dia berharap buruh meningkat kesejahteraannya. Tapi di sisi lain, jangan sampai UMK besarannya di luar kemampuan perusahaan.

Buruh dan pengusaha juga jangan saling mengancam mempertahankan keinginannya masing-masing. "Saya kira (ancam-mengancam) tidak bagus. Kan tidak bisa selesai dengan mengancam," tegasnya.

Yang harus dilakukan untuk menetapkan UMK itu adalah dengan musyawarah di Dewan Pengupahan tingkat Kabupaten/Kota. Semua pihak terkait yang ada di sana, diharapkan bisa mencari solusi besaran UMK yang layak bagi buruh, sekaligus bagi pengusaha.

"Tentu kita berharap semua pihak membangun komunikasi supaya menghasilkan hasil yang disepakati bersama," jelas Aher.

Soal penetapan UMK, Aher menegaskan, dirinya hanya mengeluarkan surat keputusan (SK) penetapan setelah menerima rekomendasi dari Bupati/Wali Kota se-Jawa Barat. Rekomendasi itu merupakan keputusan Dewan Pengupahan di daerah hasil musyawarah dengan pihak terkait.

Dia pun tidak bisa mengotak-atik besaran UMK yang diusulkan bupati dan wali kota. "Di tingkat provinsi, hanya pembuatan keputusan, mengeluarkan SK. SK Gubernur itu, menunggu hasil rekomendasi bupati/wali kota," tuturnya.

Aher menambahkan, saat ini besaran UMK masih dibahas di kabupaten/kota. Dia masih menunggu rekomendasi soal UMK itu hingga 21 November. Setelah itu, dia baru akan mengeluarkan SK.
(san)
Berita Terkait
Menaker Ungkap 3 Langkah...
Menaker Ungkap 3 Langkah Wujudkan Hasil Konferensi Perburuhan Dunia
Dapat Dukungan Nyapres,...
Dapat Dukungan Nyapres, Ganjar Ajak KSPSI Bahas Agenda Perburuhan
Kembali Potong Pajak...
Kembali Potong Pajak Impor, Inggris Kecualikan Pelanggar HAM dan Perburuhan
Jumhur Hidayat Janji...
Jumhur Hidayat Janji Peraturan Perburuhan Dirombak jika Anies-Muhaimin Menang Pilpres
KSPSI ATUC Kirim Delegasi...
KSPSI ATUC Kirim Delegasi ke Sidang Perburuhan Dunia ILC ke-114 di Jenewa
Berita Terkini
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
30 menit yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
53 menit yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
1 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
2 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
3 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
3 jam yang lalu
Infografis
Profil Abdul Wahid yang...
Profil Abdul Wahid yang Terjaring OTT KPK, Baru 8 Bulan Jadi Gubernur Riau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved