Jutaan rakyat Indonesia belum menikmati listrik

Sabtu, 26 Oktober 2013 - 08:23 WIB
Jutaan rakyat Indonesia...
Jutaan rakyat Indonesia belum menikmati listrik
A A A
PERINGATAN hari listrik nasional ke-68 yang jatuh setiap 27 Oktober, harus dijadikan momentum untuk mempertanyakan kembali sejauhmana kesungguhan Perusahaan Listik Negara (PLN) dalam menerangi wilayah Indonesia.

Berdasarkan catatan wartawan di sejumlah daerah, jutaan rakyat Indonesia masih belum menikmati buah kemerdekaan dalam bentuk cahaya listrik. Setiap malam, jutaan warga di pedesaan dan pedalaman, hidup dalam kegelapan, dan hanya mengandalkan cahaya bulan dan bintang.

Di Jawa Barat misalnya. Sekira 26 persen wilayah ini, belum teraliri listrik. Seperti terlihat di Kampung Cijukung yang berada di tengah Waduk Cirata. Pemukiman warga di atas pulau ini, masih belum teraliri listrik.

Sedang di Jawa Tengah, sekira 300 warga di Kabupaten Sleman, belum memasang listrik di rumahnya, karena mengalami kesulitan ekonomi. Bahkan, di Kecamatan Prambanan, ada sekira delapan dusun di dua desa yang belum teraliri listrik, yaitu Desa Gayamharjo dan Wukirsari.

Di Desa Gayam Harjo, sedikitnya ada enam dusun, yakni Dusun Watuadeg, Gambirsari, Kalinongko Lor, Nawung, Gayam dan Rejosari. Serta Desa Wukirsari, terdapat dua dusun, yaitu Dusun Klumprit I dan Losari II yang belum teraliri listrik dari pemerintah.

Dari delapan dusun itu, sedikitnya ada sekira 216 rumah tangga yang belum menerima aliran listrik, karena tidak ada jaringan dan biaya. Hal ini harus menjadi perhatian pemerintah.

Begitupun dengan warga di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Di daerah ini, ribuan warga yang rata-rata bekerja sebagai buruh tani, dan buruh bangunan, hidup dalam kegelapan. Di antara pemukiman miskin tersebut, berada di Desa Kincang Wetan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun.

Di waktu yang bersamaan, pemerintah justru menjual listrik ke luar negeri. Penjualan sebesar 600-1.000 megawatt (MW) listrik itu, dilakukan dari Kepulauan Riau ke Semenanjung Malaka, Malaysia.

Sementara, seorang mantan pejuang kemerdekaan di Nganjuk, Jawa Timur, justru harus meratapi nasibnya di dalam gubuk reot, tanpa teraliri listrik. Pejuang kemerdekaan yang bertempur mempertaruhkan nyawa melawan Belanda di Surabaya, pada tahun 1945 hingga 1950 ini, adalah Tarmidi (80).

Dia tidak bisa menikmati cahaya listrik, karena tidak memiliki biaya. Sosok pejuang yang dilupakan ini, merupakan satu dari jutaan rakyat Indonesia yang belum merasakan buah kemerdekaan, sejak diproklamirkan pada 17 Agustus 1945.
(san)
Berita Terkait
Pemerintah Perpanjang...
Pemerintah Perpanjang Pemberian Diskon Tagihan Listrik
Pemerintah Tahan Kenaikan...
Pemerintah Tahan Kenaikan Tarif Listrik untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat
Kebutuhan Investasi...
Kebutuhan Investasi Ketenagalistrikan Nasional
Subsidi Listrik Diperpanjang...
Subsidi Listrik Diperpanjang Hingga Maret 2021
Schneider Electric Kampanyekan...
Schneider Electric Kampanyekan Rumah Nyaman, Listrik Aman
MCB RXE, Si Kecil yang...
MCB RXE, Si Kecil yang Bikin Rumah Aman dari Kebakaran
Berita Terkini
Pemberdayaan UMKM Sawit,...
Pemberdayaan UMKM Sawit, BPDP Raih Penghargaan Medbun Awards
2 jam yang lalu
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
11 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
13 jam yang lalu
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
14 jam yang lalu
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
14 jam yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
15 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved