31 Oktober, buruh ancam mogok nasional

Kamis, 24 Oktober 2013 - 19:56 WIB
31 Oktober, buruh ancam...
31 Oktober, buruh ancam mogok nasional
A A A
Sindonews.com - Seluruh forum Serikat Pekerja (SP) atau Serikat Buruh (SB) Kota Depok siap melaksanakan instruksi aksi mogok nasional dan menghentikan aktifitas kerja diseluruh perusahaan.

Sedikitnya lebih dari enam serikat pekerja siap menjalankan aksi tersebut. Di antaranya SP FSPMI, SP KEP, SP RTMM, ASPEK Indonesia, SP LEM, dan SP FARKES tuntutan mereka yakni menolak dan menyatakan Inpres Nomor 9 tahun 2013 Inkonstitusional tentang Kebijakan Penetapan Upah Minimum Dalam Rangka Keberlangsungan Usaha dan Peningkatan Kesejahteraan Pekerja.

Para buruh juga meminta, agar pemerintah menghapus outsourching dan tolak upah murah, serta mengupayakan agar UMK Kota Depok tahun 2014 sama dengan UMP DKI atau sekurang-kurangnya sebesar 50 persen dari UMK Depok tahun 2013.

Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail menerima audiensi SP buruh di ruang kerjanya. Mogok nasional rencananya akan dilakukan pada tanggal 31 Oktober dan 1 November 2013 mendatang.

"Instruksi Presiden (SBY) secara intern kepada para menteri yang terkait dengan upah minimum. Hal tersebut juga ditegaskan oleh Dirjen PHI pada rapat, yang mengatakan bahwa dewan pengupahan tidak ada sanksi apapun atas Inpres tersebut karena itu adalah arahan Presiden pada jajarannya secara intern," ujarnya di Balai Kota Depok, Kamis (24/10/2013).

Ia menambahkan, jika ada kesulitan atau ketidaksesuaian di lapangan, agar dicoba kaji bersama dan memohon kepada Presiden agar Inpres tersebut dicabut sehingga tidak banyak terjadi esepsi atau kerugian.

"Terima kasih atas informasinya, untuk permintaan tersebut, kami akan lakukan rapat segera dengan Polres dan Muspida sehingga terjadi pemahaman yang bagus dan stabilitas kondisi di Kota Depok tetap terjaga," tuturnya.

Sementara itu, Kapolresta Depok Kombes Pol Achmad Kartiko mengatakan, aksi unjuk rasa adalah hak. Namun ia meminta, untuk tetap menjaga keamanan, ketertiban saat berunjuk rasa.

"Sampaikan aspirasi dengan dialog, dengan cara yang tidak melanggar aturan, sehingga tetap kondusif. Yang penting adalah pesannya tersampaikan, ada keputusan, dan kondisi tetap aman," tandasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Ratusan Buruh Bongkar...
Ratusan Buruh Bongkar Gelar Demo di Gudang Bulog Kelapa Gading
10 Demonstrasi Terbesar...
10 Demonstrasi Terbesar dalam Sejarah, Salah Satunya Pawai Perempuan
Massa Buruh Ogah Pulang,...
Massa Buruh Ogah Pulang, KASBI: Kami Bertahan, Menunggu Respons Pemerintah!
Buruh Ancam Gelar Aksi...
Buruh Ancam Gelar Aksi Nasional jika Program Tapera Tak Dibatalkan
May Day 2024, Massa...
May Day 2024, Massa Mulai Bergerak di Jalan MH Thamrin Menuju Patung Kuda
May Day, Massa Buruh...
May Day, Massa Buruh Mulai Long March dari Balai Kota Jakarta ke Patung Kuda
Berita Terkini
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
22 menit yang lalu
Integrasi Pendidikan,...
Integrasi Pendidikan, Visitasi Rektorat UIN Jakarta Berjalan Lancar dan Tak Ganggu KBM
27 menit yang lalu
Insiden di Blok M, Kuasa...
Insiden di Blok M, Kuasa Hukum Selebgram MIA Beri Klarifikasi
33 menit yang lalu
Jadi Ruang Kolaborasi...
Jadi Ruang Kolaborasi Seniman, Menekraf Apresiasi ArtMoments Jakarta 2026
44 menit yang lalu
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
53 menit yang lalu
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
2 jam yang lalu
Infografis
Profil 10 Pahlawan Nasional...
Profil 10 Pahlawan Nasional Tahun 2025 dan Jasanya bagi Negara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved