Malam ini, polisi bubarkan pertemuan buruh di Semarang
Jum'at, 18 Oktober 2013 - 21:39 WIB
Malam ini, polisi bubarkan pertemuan buruh di Semarang
A
A
A
Sindonews.com - Aparat Polrestabes Semarang membubarkan paksa acara seminar buruh yang bertempat di Hotel Pandanaran Kota Semarang, malam ini.
Sekitar pukul 20.30, petugas gabungan dari Satuan Intelijen dan Keamanan (Intelkam) dan Satuan Samapta Bhayangkara (Sabhara) Polrestabes Semarang mendatangi lokasi. Beberapa petugas terlihat membawa senjata laras panjang.
Truk pengendali massa juga terlihat diparkir di depan hotel yang terletak di Jalan Pandanaran Kota Semarang itu.
Staf Advokasi Trade Union Rights Centre (TURC), Yovita Oktaviani, kecewa dengan tindakan polisi.
"Di hotel ini, ada beberapa acara lain, dari Disnaker juga tadi ada dari Gereja gitu. Saya sudah tanya, mereka juga tidak ada perizinan, kok hanya kami yang dibubarkan. Tadi katanya polisi itu, perintah atasan," ungkapnya di lokasi, Jumat (18/10/2013).
Acara itu, kata Yovita, sedianya diikuti beberapa perwakilan dari serikat buruh. Akan dihadiri sekitar 49 orang.
"Ini kami inisiatif ke Polrestabes, ikut polisi, biar dijelaskan perkaranya apa. Kalau tentang izin, kami jelas tidak mau mengurus, kami tahu aturan, acara seperti ini tidak perlu izin, makanya kami jelas tidak mau mengurus yang tidak perlu," lanjutnya.
Senada dengan Yovita, perwakilan dari TURC lainnya, Rahma Ismail, mengungkapkan keheranannya polisi membubarkan acara itu.
"Ini juga bukan aksi, ini di dalam ruangan, acara ini juga memberikan pendidikan tentang perburuhan. Aturan perizinan untuk seperti ini memang enggak ada, kami enggak mau bikin izin yang memang tidak ada," bebernya.
Kepala Satuan Intelkam Polrestabes Semarang, AKBP Ahmad Sukandar mengatakan acara pertemuan buruh yang digelar itu dibubarkan karena tidak mengantongi izin.
"Memberitahukan pun tidak, apalagi ada izinnya. Acara ini kami bubarkan, karena tidak ada izin. Kami bawa beberapa perwakilan mereka ke Mapolrestabes. Untuk tahu bagaimana persoalannya," tandasnya.
Beberapa perwakilan buruh itu, baik laki - laki atau perempuan tampak dibawa menggunakan truk dalmas. Beberapa petugas ikut naik truk itu. Sementara beberapa perwakilan buruh, masih bertahan di ruang lantai 2 hotel itu, tempat acara pertemuan sedianya dilakukan.
Sekitar pukul 20.30, petugas gabungan dari Satuan Intelijen dan Keamanan (Intelkam) dan Satuan Samapta Bhayangkara (Sabhara) Polrestabes Semarang mendatangi lokasi. Beberapa petugas terlihat membawa senjata laras panjang.
Truk pengendali massa juga terlihat diparkir di depan hotel yang terletak di Jalan Pandanaran Kota Semarang itu.
Staf Advokasi Trade Union Rights Centre (TURC), Yovita Oktaviani, kecewa dengan tindakan polisi.
"Di hotel ini, ada beberapa acara lain, dari Disnaker juga tadi ada dari Gereja gitu. Saya sudah tanya, mereka juga tidak ada perizinan, kok hanya kami yang dibubarkan. Tadi katanya polisi itu, perintah atasan," ungkapnya di lokasi, Jumat (18/10/2013).
Acara itu, kata Yovita, sedianya diikuti beberapa perwakilan dari serikat buruh. Akan dihadiri sekitar 49 orang.
"Ini kami inisiatif ke Polrestabes, ikut polisi, biar dijelaskan perkaranya apa. Kalau tentang izin, kami jelas tidak mau mengurus, kami tahu aturan, acara seperti ini tidak perlu izin, makanya kami jelas tidak mau mengurus yang tidak perlu," lanjutnya.
Senada dengan Yovita, perwakilan dari TURC lainnya, Rahma Ismail, mengungkapkan keheranannya polisi membubarkan acara itu.
"Ini juga bukan aksi, ini di dalam ruangan, acara ini juga memberikan pendidikan tentang perburuhan. Aturan perizinan untuk seperti ini memang enggak ada, kami enggak mau bikin izin yang memang tidak ada," bebernya.
Kepala Satuan Intelkam Polrestabes Semarang, AKBP Ahmad Sukandar mengatakan acara pertemuan buruh yang digelar itu dibubarkan karena tidak mengantongi izin.
"Memberitahukan pun tidak, apalagi ada izinnya. Acara ini kami bubarkan, karena tidak ada izin. Kami bawa beberapa perwakilan mereka ke Mapolrestabes. Untuk tahu bagaimana persoalannya," tandasnya.
Beberapa perwakilan buruh itu, baik laki - laki atau perempuan tampak dibawa menggunakan truk dalmas. Beberapa petugas ikut naik truk itu. Sementara beberapa perwakilan buruh, masih bertahan di ruang lantai 2 hotel itu, tempat acara pertemuan sedianya dilakukan.
(lns)