Polisi telusuri jejak Sheril selama sebulan menghilang
Kamis, 17 Oktober 2013 - 19:59 WIB
Polisi telusuri jejak Sheril selama sebulan menghilang
A
A
A
Sindonews.com - Pihak kepolisian kini tengah fokus menelusuri jejak Sheril Margareta alias Viera (12) selama menghilang dari rumahnya pada 9 September silam.
Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko, menjelaskan, dari keterangan korban dan tersangka RF (26), mereka mengaku baru bertemu pada 9 Oktober atau satu bulan setelah korban menghilang.
"Nah disitulah kita masih mencari ke mana saja korban sebelum bertemu tersangka ini. Korban memang mengaku pernah kerumah tersangka di Ujungberung satu kali," jelasnya, Kamis (17/10/2013).
Menurutnya, dalam rentan waktu itu tersangka menggauli korban sebanyak dua kali di dua tempat berbeda, yang salah satunya adalah hotel di kawasan Naripan.
Dari pengakuan yang ada saat ini, tersangka mengaku mengenal korban dari temannya yang berinisial S. "Saat ini kita masih telusuri siapa S ini, termasuk nama-nama lain yang juga teman tersangka," jelasnya.
Disinggung mengenai proses pemeriksaan terhadap korban yang masih di bawah umur, Truno mengungkapkan jika korban dipastikan didampingi oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jabar.
"Kita kolaborasi dengan P2TP2A dalam hal pemeriksaan. Tapi korban selama pemeriksaan lancar dan kooperatif," ucapnya.
Dia juga belum bisa memastikan mengenai dugaan trafficking yang dilakukan oleh RF. Saat ini RF sudah ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan di ruang tahanan Satreskrim Polrestabes Bandung.
Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko, menjelaskan, dari keterangan korban dan tersangka RF (26), mereka mengaku baru bertemu pada 9 Oktober atau satu bulan setelah korban menghilang.
"Nah disitulah kita masih mencari ke mana saja korban sebelum bertemu tersangka ini. Korban memang mengaku pernah kerumah tersangka di Ujungberung satu kali," jelasnya, Kamis (17/10/2013).
Menurutnya, dalam rentan waktu itu tersangka menggauli korban sebanyak dua kali di dua tempat berbeda, yang salah satunya adalah hotel di kawasan Naripan.
Dari pengakuan yang ada saat ini, tersangka mengaku mengenal korban dari temannya yang berinisial S. "Saat ini kita masih telusuri siapa S ini, termasuk nama-nama lain yang juga teman tersangka," jelasnya.
Disinggung mengenai proses pemeriksaan terhadap korban yang masih di bawah umur, Truno mengungkapkan jika korban dipastikan didampingi oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jabar.
"Kita kolaborasi dengan P2TP2A dalam hal pemeriksaan. Tapi korban selama pemeriksaan lancar dan kooperatif," ucapnya.
Dia juga belum bisa memastikan mengenai dugaan trafficking yang dilakukan oleh RF. Saat ini RF sudah ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan di ruang tahanan Satreskrim Polrestabes Bandung.
(lns)