Panwas tingkatkan kewaspadaan politik uang

Kamis, 17 Oktober 2013 - 22:30 WIB
Panwas tingkatkan kewaspadaan...
Panwas tingkatkan kewaspadaan politik uang
A A A
Sindonews.com – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Magelang mewaspdai adanya tindakan politik uang pada pelaksanaan pemilihan Bupati (Pilbup) Magelang periode 2014-2019.

Potensi kecurangan bersumber dari uang tidak hanya dilakukan tim sukses cabup, tapi juga bisa dilakukan oleh para botoh.

Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga Panwaslu Kabupaten Magelang, Wardoyo mengatakan, politik uang tersebut sudah dilarang dalam UU 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Money politic bisa diberikan dalam bentuk uang atau barang yang mempunyai nilai ekonomi besar. Nantinya, pemberian tersebut dapat mempengaruhi pemilih.

"Kami tidak bisa aktif melakukan pengawasan tanpa bantuan dari masyarakat,” jelas Wardoyo, dalam acara Sosialisasi Pengawasan Pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Magelang, Kamis (18/10/2013).

Praktik politik uang, Wardoyo menambahkan, membuat pelaksanaan pilbup menjadi tidak sehat dan menjadi ajang taruhan. Untuk itu, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk terlibat secara langsung dalam memerangi politik uang.

Menurutnya, politik uang ini bisa dimungkinkan dilakukan tim sukses untuk mendapatkan suara. Bahkan politik uang ini bisa dimanfaatkan orang berdasarkan kepentingan pribadi, seperti botoh.

“Seperti pemilihan kepala desa, banyak botoh yang mengeluarkan uang untuk membeli suara. Ini dilakukan demi kepentingan pribadi. Sehingga, kami juga berupaya melakukan tindakan preventif terkait politik uang, baik dari tim sukses maupun pihak lain yang mengambil keuntungan dari pemilu tahun ini,” lanjutnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk menjadi pemilih yang cerdas. Sebab, politik uang ini, sangat mungkin terjadi di 21 Kecamatan di Kabupaten Magelang.

“Semua wilayah akan kami awasi,” terangnya.

Ketua Panwaslu Kabupaten Magelang, Affifudin menegaskan, salah satu paslon atau timses paslon terbukti melakukan pelanggaran money politic, maka keputusan terhadap kemenangan paslon yang bersangkutan bisa dibatalkan.

“Karena, melakukan money politic sama halnya dengan pelanggaran pidana,” papar Afif.

Selain itu, dia juga melarang paslon untuk berkampanye di tempat pendidikan, serta melakukan praktik kampanye hitam yang menjelekkan paslon lainnya.

Sejauh ini, dia menemukan ada beberapa pesan singkat yang beredar melalui ponsel yang isinya menjelekkan paslon lain.

“Masih kami kaji, bila dimungkinkan akan kami panggil atau tindak,” tandasnya.
(lns)
Berita Terkait
Partai Perindo dan Relawan...
Partai Perindo dan Relawan Kartini Aman Kolaborasi Dukung UMKM Kuliner Kota Magelang
Relawan Kartini Aman...
Relawan Kartini Aman dan DPD Partai Perindo Kota Magelang Larisi UMKM Kuliner
Daftar Pemilih Kabupaten...
Daftar Pemilih Kabupaten Bandung 8.652 Orang Sudah Meninggal
Debat Pilkada Kota Magelang,...
Debat Pilkada Kota Magelang, Paslon dari Partai Perindo Paparkan Keberhasilan saat Memimpin Kota Magelang
Perluas Wilayah Resonansi...
Perluas Wilayah Resonansi Generasi Milenial, Kementan Jajaki Kabupaten Magelang
DPD Perindo Kabupaten...
DPD Perindo Kabupaten Magelang Buka Pendaftaran Caleg Pemilu 2024
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
34 menit yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
54 menit yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
1 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
1 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
2 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
2 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Peristiwa Politik Nasional yang Menggemparkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved