Digaji Rp1,9 juta, buruh pabrik resleting mogok
Kamis, 17 Oktober 2013 - 14:10 WIB
Digaji Rp1,9 juta, buruh pabrik resleting mogok
A
A
A
Sindonews.com - Menolak upah murah, ratusan buruh pabrik resleting PT Wongoh Albindo, melakukan aksi mogok kerja. Mereka akan melakukan aksi tersebut selama tiga hari kedepan agar perusahaan membayar gaji sesuai Upah minimum Kotamadya (UMK).
Selama ini, buruh yang bekerja di pabrik di Jalan Palima Jaya, Nomer 22, Daan Mogot, Kecamatan Benda, Kota Tangerang hanya digaji Rp1,9 juta. PAdahal, UMK yang sudah berlaku sebesar Rp2,2 juta.
“Kami akan mogok hingga tuntutan kami dipenuhi karena itu merupakan hak buruh,” kata Tarno, salah seorang buruh, Kamis (17/10/2013).
Buruh yang tergabung dalam KASBI ini juga tidak hanya menuntut perusahaan memberlakukan UMK 2013, tapi juga meminta pihak perusahaan untuk mempekerjakan kembali 19 orang pekerja yang telah di PHK sepihak.
Aksi yang dilakukan buruh di depan pabrik resleting ini dilakukan dengan membawa berbagai poster dan spanduk juga dilakukan orasi bergantian antara buruh.
Selama ini, buruh yang bekerja di pabrik di Jalan Palima Jaya, Nomer 22, Daan Mogot, Kecamatan Benda, Kota Tangerang hanya digaji Rp1,9 juta. PAdahal, UMK yang sudah berlaku sebesar Rp2,2 juta.
“Kami akan mogok hingga tuntutan kami dipenuhi karena itu merupakan hak buruh,” kata Tarno, salah seorang buruh, Kamis (17/10/2013).
Buruh yang tergabung dalam KASBI ini juga tidak hanya menuntut perusahaan memberlakukan UMK 2013, tapi juga meminta pihak perusahaan untuk mempekerjakan kembali 19 orang pekerja yang telah di PHK sepihak.
Aksi yang dilakukan buruh di depan pabrik resleting ini dilakukan dengan membawa berbagai poster dan spanduk juga dilakukan orasi bergantian antara buruh.
(ysw)