Pembangunan pasar molor, pedagang demo

Rabu, 16 Oktober 2013 - 20:47 WIB
Pembangunan pasar molor,...
Pembangunan pasar molor, pedagang demo
A A A
Sindonews.com - Para pedang pasar Kolombo, Condongcatur, Depok, Sleman yang tergabung dalam persatuan pedagang pasar Kolombo (P3K) menggelar aksi di depan pasar.

Mereka menuntut pelaksana pembangunan pasar yakni PT Olah Kerta Agung (OKA) mendapat sanksi atau pinalti, karena tidak dapat menyelesaikan pengerjaan pasar sesuai hingga batas waktu yang telah ditentukan.

“Sesuai kesepakatan, pembangunan harusnya selesai pada akhir September 2013. Namun hingga pertengahan Oktober, proyek belum juga kelar,” ungkap koordinator aksi P3K, Sumarsih Satijo, Rabu (16/10/2013).

Molornya pengerjaan pembangunan pasar tersebut, bukan sekali saja, namun sudah berulang kali. Data P3K dalam satu tahun, PT OKA tercatat telah empat kali mengingkari kesepakatan.

Pertama September 2012, kedua Januari 2013, ketiga April 2013 dan keempat September ini. Dan seperti halnya kejadian sebelumnya, meski tidak menepati kesepakatan PT OKA tetap tidak mendapatkan sanksi, namun justru perpanjangan waktu penyelesaian pengerjaan.

“Karena itu kami minta pembangunan ini ditinjau ulang dan transparan,” tandasnya.

Selain itu, hilangnya beberapa nama dari daftar calon penyewa kios juga mereka pertanyakan. Dari informasi, ada 120 pedagang lama digugurkan karena menolak daftar harga baru yang ditawarkan pengembang PT OKA.
Padahal sebagian dari mereka sudah membayar uang muka bahkan mulai mencicil.

“Bukan itu saja dalam daftar juga muncul nama-nama fiktif dan orang yang sudah meninggal,” paparnya.

Pimpinan proyek pengerjaan Pasar Kolombo, Agus belum dapat memberikan keterangan masalah ini. Sebab saat dimintai tanggapan, tidak mau berkomentar, bahkan sambil berlari mencoba menghindar.

Terpisah Kabag Pemerintahan Desa Condongcatur, Kuwat mengatakan karena pengerjaan belum selesai, PT OKA kembali mengajukan pengunduran jadwal sampai Maret 2014.

Alasannya karena ada redesain, dan penambahan volume pekerjaan di los daging. Namun desa belum memutuskan usulan itu akan disetujui atau tidak.

“Hanya saja jika terus mundur, tentunya pengembang bakal dikenai sanksi pinalti,” janjinya.
(lns)
Berita Terkait
Viral! Penjual Asongan...
Viral! Penjual Asongan Bagikan Dagangannya Gratis untuk Pendemo RUU Pilkada, Netizen Terharu
Ditanyai Soal Demo Pedagang...
Ditanyai Soal Demo Pedagang Thrifting, Mendag Zulhas Malah Nyelonong
Pedagang Pasar Toraja...
Pedagang Pasar Toraja Utara Demo di Kantor DPRD, Ini Tuntutannya
Tinjau 4 Halte, Ariza...
Tinjau 4 Halte, Ariza Akan Bantu Pedagang Korban Demo 8 Oktober
Demo Kemendag, Pedagang...
Demo Kemendag, Pedagang Thrifting Sebut Pemerintah Lebih Pilih Impor Baju China
Aksi Demo Pedagang Pasar...
Aksi Demo Pedagang Pasar Bantar Gebang
Berita Terkini
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
6 menit yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
16 menit yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
21 menit yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
34 menit yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
1 jam yang lalu
Integrasi Pendidikan,...
Integrasi Pendidikan, Visitasi Rektorat UIN Jakarta Berjalan Lancar dan Tak Ganggu KBM
1 jam yang lalu
Infografis
Membedah Chromebook...
Membedah Chromebook Pilihan Nadiem dan Perbandingannya dengan Pasar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved