Al Ihsan akan jadi RS terbesar kedua di Jabar

Rabu, 09 Oktober 2013 - 15:05 WIB
Al Ihsan akan jadi RS...
Al Ihsan akan jadi RS terbesar kedua di Jabar
A A A
Sindonews.com - RS Al Ihsan ditargetkan jadi rumah sakit terbesar kedua di Jawa Barat setelah RS Hasan Sadikin (RSHS). Kelas RS Al Ihsan juga diharapkan meningkat dari B plus menjadi A.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), saat ini hanya ada satu rumah sakit rujukan milik pemerintah yaitu RSHS. Selama ini, pasien rujukan dari kabupaten/kota selalu diarahkan ke RSHS.

"Tentu kalau menerima rujukan penyakit-penyakit yang tidak terselesaikan di RSUD kabupaten/kota, kalau rujukannya ke RSHS, terlalu penuh RSHS, tidak tertangani," ujar Aher di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (9/10/2013).

Untuk itu, diperlukan rumah sakit rujukan selain RSHS. Al Ihsan pun ditunjuk oleh Pemprov Jawa Barat untuk jadi rumah sakit terbesar kedua di Jawa Barat, sekaligus jadi rumah sakit rujukan.

"Tempat tidurnya kita akan rancang 1.000 tempat tidur. Mudah-mudahan 2014 sudah 1.000 bed. Kalau sudah sampai pada jumlah 1.000 bed, maka ini sudah jadi rumah sakit terbesar kedua setelah RSHS," ungkapnya.

Rencananya, pengadaan 1.000 tempat tidur dan fasilitas lainnya akan ditanggung oleh APBD Jawa Barat.

Direktur Utama RS, Al Ihsan, Komar Hanifi, menyambut baik akan digelontorkannya bantuan dari Pemprov Jawa Barat. Target menjadikan RS Al Ihsan sebagai RS rujukan sekaligus RS terbesar kedua di Jawa Barat akan terwujud.

Untuk membuat RS Al Ihsan memiliki kapasitas 1.000 tempat tidur, diperlukan pembangunan gedung baru secara bertahap. Rencananya pada 2014 pembangunan akan dimulai. (lns)

"Awalnya direncanakan (gedung baru) dibangun lima lantai, kemudian dievaluasi, diperkirakan mampu (dibangun) delapan lantai yang mampu menampung 450 tempat tidur," jelas Komar.

Jika pembangunan dilanjutkan kembali pada 2015, maka pada 2016 diperkirakan RS Al Ihsan bisa memiliki 1.000 tempat tidur dan berbagai ruangan pendukung lainnya.

Sementara saat ini, RS Al Ihsan hanya memiliki sekira 300 tempat tidur. Jika saat ini dijadikan rumah sakit rujukan, jelas kapasitas tempat tidur tidak memadai.
(hyk)
Berita Terkait
SMC RS Telogorejo Semarang...
SMC RS Telogorejo Semarang Luncurkan 3 Inovasi Pelayanan Kesehatan
Kehadiran dan Ketersediaan...
Kehadiran dan Ketersediaan Layanan Kesehatan Dinilai Penting
Jabat Ketua PW IAMARSI,...
Jabat Ketua PW IAMARSI, Willi Putra Siap Tingkatkan Pelayanan Kesehatan
Momentum Benahi Pelayanan...
Momentum Benahi Pelayanan Kesehatan
Beroperasi, Klinik Nuhrintama...
Beroperasi, Klinik Nuhrintama Diharap Tunjang Pelayanan Kesehatan di Gowa
Mudahkan Pengguna, SehatQ...
Mudahkan Pengguna, SehatQ Layani Pemesanan Obat Secara Online
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
2 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
2 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
3 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
3 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
5 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
6 jam yang lalu
Infografis
26 Perwira Dimutasi...
26 Perwira Dimutasi Jadi Kapolres di Pulau Jawa pada Mutasi Juni 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved