Bocah 17 tahun rampas motor & bacok korban
Rabu, 02 Oktober 2013 - 21:13 WIB
Bocah 17 tahun rampas motor & bacok korban
A
A
A
Sindonews.com – Seorang bocah bawah umur ditangkap petugas Unit Reserse Kriminal Polsek Gajahmungkur Kota Semarang karena menjadi begal motor. Tak tanggung – tanggung, tersangka ini juga membawa senjata tajam saat beraksi dan tak segan membacok korbannya.
Tersangka adalah A (17) warga Karanganyar V nomor 12 A, Kelurahan Gabahan, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang. A yang hanya tamat SMP ini mengaku beraksi bersama dua temannya, Tino alias Komeng dan Adi. Semuanya bersenjata tajam.
“Tino dan Mas Adi itu mabuk, lalu ngajak saya. Mau ngrampas motor, saya ikut aja. Kami berboncengan tiga, pakai sepeda motor Mio,” katanya saat gelar perkara di Mapolsek Gajahmungkur, Rabu (2/10/2013).
A yang badannya dipenuhi tato itu mengaku nekat beraksi karena tidak punya uang. Sebelumnya A mengaku bekerja di Kalimantan di pabrik kayu. Saat mudik lebaran lalu, A tidak punya uang untuk kembali berangkat bekerja di Kalimantan, akhirnya menganggur di Kota Semarang hingga nekat berbuat kriminal.
“Saya ikut bacok korban. Minta motornya tapi korban melawan, akhirnya saya bacok. Dua teman saya ikut membacok semua,” lanjutnya.
A mengaku sudah dua kali ikut beraksi. Di Jalan Sisingamangaraja pada 27 Agustus lalu sekira pukul 01.00 WIB. Saat itu korbannya Angga Aris Winanjar (20) warga Candisari Kota Semarang dirampas sepeda motor Satria FU.
“Sebelumnya juga pernah di Jalan Kartini Kota Semarang, tapi lupa kapan. Merampas motor matic Spacy. Korbannya saya bacok di punggung dan perut. Yang motor Satria dijual laku Rp2,8 juta saya dapat Rp850ribu. Yang motor Spacy dijual laku Rp2juta, saya diberi uang Rp600ribu. Motor dijual ke Purwodadi. Uangnya untuk bersenang – senang,” lanjutnya
Kapolsek Gajahmungkur, Komisaris Eva Guna Pandia mengatakan barang bukti yang diamankan dari tersangka ini adalah motor yang digunakan saat beraksi dan sepeda motor Satria F hasil rampasan, serta sebilah sangkur.
“Tersangka Tino sudah ditangkap Polsek Pedurungan karena terlibat tindak kriminal di sana. Untuk tersangka ini tetap kami lanjutkan proses hukumnya, tentu melihat pertimbangan usianya masih bawah umur. Tersangka lain masih kami buru,” tandasnya.
Tersangka adalah A (17) warga Karanganyar V nomor 12 A, Kelurahan Gabahan, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang. A yang hanya tamat SMP ini mengaku beraksi bersama dua temannya, Tino alias Komeng dan Adi. Semuanya bersenjata tajam.
“Tino dan Mas Adi itu mabuk, lalu ngajak saya. Mau ngrampas motor, saya ikut aja. Kami berboncengan tiga, pakai sepeda motor Mio,” katanya saat gelar perkara di Mapolsek Gajahmungkur, Rabu (2/10/2013).
A yang badannya dipenuhi tato itu mengaku nekat beraksi karena tidak punya uang. Sebelumnya A mengaku bekerja di Kalimantan di pabrik kayu. Saat mudik lebaran lalu, A tidak punya uang untuk kembali berangkat bekerja di Kalimantan, akhirnya menganggur di Kota Semarang hingga nekat berbuat kriminal.
“Saya ikut bacok korban. Minta motornya tapi korban melawan, akhirnya saya bacok. Dua teman saya ikut membacok semua,” lanjutnya.
A mengaku sudah dua kali ikut beraksi. Di Jalan Sisingamangaraja pada 27 Agustus lalu sekira pukul 01.00 WIB. Saat itu korbannya Angga Aris Winanjar (20) warga Candisari Kota Semarang dirampas sepeda motor Satria FU.
“Sebelumnya juga pernah di Jalan Kartini Kota Semarang, tapi lupa kapan. Merampas motor matic Spacy. Korbannya saya bacok di punggung dan perut. Yang motor Satria dijual laku Rp2,8 juta saya dapat Rp850ribu. Yang motor Spacy dijual laku Rp2juta, saya diberi uang Rp600ribu. Motor dijual ke Purwodadi. Uangnya untuk bersenang – senang,” lanjutnya
Kapolsek Gajahmungkur, Komisaris Eva Guna Pandia mengatakan barang bukti yang diamankan dari tersangka ini adalah motor yang digunakan saat beraksi dan sepeda motor Satria F hasil rampasan, serta sebilah sangkur.
“Tersangka Tino sudah ditangkap Polsek Pedurungan karena terlibat tindak kriminal di sana. Untuk tersangka ini tetap kami lanjutkan proses hukumnya, tentu melihat pertimbangan usianya masih bawah umur. Tersangka lain masih kami buru,” tandasnya.
(lns)