Polisi dalami penipuan berkedok usaha katering

Jum'at, 27 September 2013 - 16:39 WIB
Polisi dalami penipuan...
Polisi dalami penipuan berkedok usaha katering
A A A
Sindonews.com - Penyidik Polsekta Mamajang masih mendalami kasus penipuan berkedok usaha katering yang membawa kabur uang nasabahnya mencapai Rp1,7 miliar.

Nurfaedah Wahab (40), masih menjalani pemeriksaan maraton di Mapolsekta Mamajang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dari nyanyian tersangka, dia mengaku jika sebagian dana bagi hasil usahanya telah diserahkan kepada nasabahnya. Namun, beberapa lainnya, belum sempat dikembalikannya.

Bahkan, saat ditanya mengenai dana Rp1,7 miliar yang diduga dibawa kabur, Nurfaedah mengaku sudah tidak ada lagi di tangannya.

Olehnya itu, penyidik akan melakukan penelusuran terhadap sejumlah rekening tersangka di beberapa bank. Kuat dugaan, dana ini disimpan Nurfaedah di salah satu rekeningnya.

"Kita masih melakukan pendalaman. Pengakuannya, dana itu sudah tidak ada. Makanya kita telusuri rekeningnya di beberapa bank," kata Kapolsekta Mamajang Kompol Agus Chaerul kemarin, Jumat (27/9/2013).

Sehari sebelumnya, ibu rumah tangga (IRT) ini dicokok petugas di lokasi persembunyiannya di Jakarta Selatan, setelah dilaporkan membawa kabur uang Rp1,7 miliar.

Hingga kemarin, sedikitnya 30 orang yang telah melaporkan kasus penipuan penggelapan yang berkedok bisnis katering ini di Mapolsekta Mamajang.

Dalam kasus ini, setiap nasabahnya menyetor dana mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah. Para korban diiming-imingi bagi hasil dari usaha katering milik tersangka.

Untuk meyakinkan para korbannya, tersangka mengaku memiliki bisnis katering dan melayani sejumlah perusahaan besar di Kota Makassar.

Namun setelah ditelusuri, usaha katering milik tersangka ternyata fiktif.

Kanit Reskrim Polsekta Mamajang Iptu Safwan menambahkan, pekan depan pihaknya berencana melakukan koordinasi dengan beberapa bank untuk menelusuri rekening tersangka.

Sejauh ini, kata dia, tersangka dalam kasus ini hanya satu orang. Namun jika ke depannya ditemukan ada keterlibatan pihak lain, akan dipelajarinya terlebihdahulu.
(lns)
Berita Terkait
Kasus Penipuan WO Ayu...
Kasus Penipuan WO Ayu Puspita: 207 Korban, Kerugian Capai Rp11,5 Miliar
Waspadalah, Ini Jenis-jenis...
Waspadalah, Ini Jenis-jenis Penipuan di Online Shop yang Sering Terjadi
Kisahnya Dijadikan Film,...
Kisahnya Dijadikan Film, Berikut 10 Tukang Tipu Paling Terkenal
Demi Cuan, Waspadai...
Demi Cuan, Waspadai Modus-modus Pengemis Gadungan Ini
5 Mobil Mewah dan Rp52,5...
5 Mobil Mewah dan Rp52,5 Miliar Disita dalam Kasus Penipuan Robot Trading NET89, Bareskrim Polri Ungkap Aset Terka
Polrestabes Surabaya...
Polrestabes Surabaya Ungkap Penipuan Investasi Smartkost
Berita Terkini
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
52 menit yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
2 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
2 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
3 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
4 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
4 jam yang lalu
Infografis
Deretan Nama Perwira...
Deretan Nama Perwira Polisi yang Terseret Kasus Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved