Biaya spoon Grisela-Griselda capai Rp20 juta
Rabu, 25 September 2013 - 20:37 WIB
Biaya spoon Grisela-Griselda capai Rp20 juta
A
A
A
Sindonews.com - Pascaoperasi menjadi operasi pemisahan, bayi kembar siam Grisela-Griselda mengalami luka bekas operasi. Untuk menutup luka tersebut, dibutuhkan spoon khusus. Sayangnya, spoon tersebut tidak dicover oleh Jamkesmas.
Ketua Tim Pusat Penanganan Kembar Siam Terpadu (PPKST) RSU dr Soetomo Surabaya dr Agus Harianto SpA(K) mengatakan, harga spoon tersebut relatif mahal. Satu spoon khusus harganya mencapai Rp1 juta. Setiap tiga hari sekali harus diganti untuk penutup luka bekas operasi.
“Biaya membeli busa khusus untuk kedua bayi ini kira-kira Rp20 juta," kata Agus, kepada wartawan, Kamis (25/9/2013).
Karena tidak dicover oleh Jamkesmas, maka bayi kembar siam asal Wiyung, Surabaya, ini butuh donatur. Pemakain spoon khusus ini diperkirakan untuk satu bulan ke depan.
Sementara itu, Direktur RSU dr Soetomo dr Dodo Anondo MPH mengatakan, biaya operasi maupun perawatan akan dibebaskan. Pasalnya, mereka masuk dalam peserta Jamkesmas. Bahkan, pihak menjamin akan mencarikan donatur terhadap keperluan yang tidak tercover oleh Jamkesmas.
“Kami harap orangtua tak perlu risau. Kalau ada item yang tak tercover, akan kami carikan donatur,” tambahnya.
Operasi pemisahan bayi kembar siam ini melibatkan 100 tenaga medis yang terdiri dari 50 dokter dan 50 perawat. Mereka yang terlibat antara lain spesialis anak, bedah anak, jantung anak, bedah plastik, bedah orthopaedi, bedah saraf, bedah urologi, dan bedah thorak kardiovaskuler.
Seklain itu, ada juga bedah kardiovaskuler, foreksik, anestesi, patalogi anatomi, patologi klinik, mikrobiologi klinik, obgyn, dan radiologi. Operasi pemisahan bayi kembar siam itu memakan waktu enam jam.
Ketua Tim Pusat Penanganan Kembar Siam Terpadu (PPKST) RSU dr Soetomo Surabaya dr Agus Harianto SpA(K) mengatakan, harga spoon tersebut relatif mahal. Satu spoon khusus harganya mencapai Rp1 juta. Setiap tiga hari sekali harus diganti untuk penutup luka bekas operasi.
“Biaya membeli busa khusus untuk kedua bayi ini kira-kira Rp20 juta," kata Agus, kepada wartawan, Kamis (25/9/2013).
Karena tidak dicover oleh Jamkesmas, maka bayi kembar siam asal Wiyung, Surabaya, ini butuh donatur. Pemakain spoon khusus ini diperkirakan untuk satu bulan ke depan.
Sementara itu, Direktur RSU dr Soetomo dr Dodo Anondo MPH mengatakan, biaya operasi maupun perawatan akan dibebaskan. Pasalnya, mereka masuk dalam peserta Jamkesmas. Bahkan, pihak menjamin akan mencarikan donatur terhadap keperluan yang tidak tercover oleh Jamkesmas.
“Kami harap orangtua tak perlu risau. Kalau ada item yang tak tercover, akan kami carikan donatur,” tambahnya.
Operasi pemisahan bayi kembar siam ini melibatkan 100 tenaga medis yang terdiri dari 50 dokter dan 50 perawat. Mereka yang terlibat antara lain spesialis anak, bedah anak, jantung anak, bedah plastik, bedah orthopaedi, bedah saraf, bedah urologi, dan bedah thorak kardiovaskuler.
Seklain itu, ada juga bedah kardiovaskuler, foreksik, anestesi, patalogi anatomi, patologi klinik, mikrobiologi klinik, obgyn, dan radiologi. Operasi pemisahan bayi kembar siam itu memakan waktu enam jam.
(san)