Sepanjang 2012, terjadi 198 konflik agraria

Selasa, 24 September 2013 - 17:06 WIB
Sepanjang 2012, terjadi...
Sepanjang 2012, terjadi 198 konflik agraria
A A A
Sindonews.com - Puluhan aktivis Komite Pimpinan Kota (KPK) Partai Rakyat Demokratik (KPK-PRD) Kabupaten Magelang, hari ini menggeruduk kantor Dinas Pekerjaan Umum Energi dan Sumberdaya Mineral (DPU ESDM) Kabupaten Magelang.

Mereka menuntut agar pemerintah lebih memperhatikan nasib petani. Karena, pemerintah semakin tidak pro terhadap petani. Begitupun dengan petugas keamanan yang dalam banyak kasus lebih pro kepada perusahaan ketimbang petani.

“Dalam banyak kasus konflik agraria, aparat keamanan Negara TNI/Polri justru berposisi sebagai pembela perusahaan swasta, melawan kaum tani dan rakyat banyak,” ujar Koordinator Aksi PRD Catur Budi, kepada wartawan, Selasa (24/9/2013).

Ditambahkan dia, sepanjang tahun 2012, terdapat 198 konflik agraria di Indonesia yang menyeret 141.915 keluarga petani. Menurutnya, ada banyak penyimpangan konstitusi yang dilakukan oleh negara terhadap petani.

Usai menggelar orasi, perwakilan massa dipersilakan untuk melakukan mediasi dengan pimpinan DPU ESDM. Dalam pertemuan itu, enam orang perwakilan massa meminta pengelolaan SDA dikembalikan sesuai ketentuan Pasal 33 UUD 1945 dan Undang-undang Pokok Agraria 1960.

Selain itu, penyelesaian berbagai konflik agraria harus mengacu pada ketentuan Pasal 33 UUD 1945 dan UUPA 1960. “Kami juga mendesak KPK untuk segera membongkar praktik korupsi dan penyimpangan dalam pengelolaan SDA Indonesia,” tegasnya.

Kepala DPU ESDM Kabupaten Magelang Sutarno menjelaskan, ada sekitar sembilan potensi SDA di Kabupaten Magelang. Dari kajian tahun 2010, ada beberapa potensi yang bisa dimanfaatkan seperti bahan galian, pasir, dan batu. Tanah liat, marmer, andesit, kaolin, mangaan, karst, dan gamping.

Sutarno mengatakan, terdapat 1 juta meter kubik potensi bahan marmer di Borobudur dan Salaman. Kajian itu dilakukan pada tahun 2010 oleh PT Margola. Dia juga memaparkan Kabupaten Magelang mempunyai energi panas bumi di daerah Grabag.

“Ada cadangan 55 megawatt yang tidak terduga, yang bisa digunakan untuk pembangkit listrik. Untuk beberapa potensi seperti andesit, gamping, oker, kaolin, mangaan, belum dihitung dan masih kita kaji. Mari kita gali bersama-sama untuk kemakmuran bersama,” tandasnya.
(san)
Berita Terkait
Massa Buruh Bersama...
Massa Buruh Bersama Rakyat Heningkan Cipta hingga Bakar Tikus Berdasi
6 Tuntutan Buruh Menggema,...
6 Tuntutan Buruh Menggema, Aktivitas Gedung DPR Lengang
Buruh Demo di Depan...
Buruh Demo di Depan DPR Sambil Koreografi Barisan Perjuangan
Ribuan Buruh Bakal Geruduk...
Ribuan Buruh Bakal Geruduk Istana Besok, Ini 3 Tuntutan Utama
Ribuan Buruh Dijadwalkan...
Ribuan Buruh Dijadwalkan Gelar Aksi di Patung Kuda Monas Hari Ini
Ribuan Buruh Lakukan...
Ribuan Buruh Lakukan Demo Menolak Tapera di Istana
Berita Terkini
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
50 menit yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
3 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
3 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
3 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
4 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
4 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved