Gara-gara dokter demo pasien terlantar

Senin, 23 September 2013 - 17:30 WIB
Gara-gara dokter demo...
Gara-gara dokter demo pasien terlantar
A A A
Sindonews.com - Akibat adanya aksi damai yang dilakukan dokter Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kepada pihak Pemerintah Kota Tangsel dengan cara mengadu kepada DPRD Tangsel, pelayanan kesehatan bagi masyarakat terhambat.

Puluhan warga masyarakat yang hendak berobat ke RSU Tangsel, terpaksa tidak dapat pelayanan dari dokter secara maksimal dan terlantar, sebagian pasien terpaksa pulang atau mencari rumah sakit lain.

"Kata pegawai di sini, dokternya lagi pada aksi jadi yang praktek berkurang padahal saya sudah dari hari Jumat minta rujukan dari Puskesmas biar bisa berobat di sini, sekarang gimana lagi dokternya di UGD cuma ada satu, jadi harus nunggu antrean panjang, terpaksa cari rumah sakit lain, biar deh bayar daripada begini nunggunya berjam-jam," kata Yusiningsih, warga Pamulang kepada wartawan di lokasi, Senin (23/9/2013).

Hal senada diungkapkan Subroto, warga Ciputat. Ia mengatakan, hendak berobat ke RSU Tangsel agar secepatnya mendapat pengobatan. Namun begitu tiba di RSU, ia malah terlantar dan belum juga dapat dilayani dokter.

"Saya sudah batuk-batuk seminggu dan sudah sesak. Maunya sih datang ke RSU Tangsel biar langsung dirawat. Tapi masih harus antre karena sebagaian dokter lagi aksi," keluhnya.

Humas RSUD Kota Tangsel, Arif Kurniawan mengatakan, aksi damai yang dilakukan para dokter RSU adalah untuk menyampaikan aspirasi yang di antaranya, mendukung pengobatan gratis bagi warga Tangsel khususnya warga miskin dan menolak penghapusan poli spesialis di RSUD Tangsel.

Selain itu, dia menambahkan, mempermudah tahapan pengobatan dengan sistem one day service, pemisahan RSUD dan dinkes Tangsel, menolak rooling dokter/perawat ke Puskesmas, dibuat akreditasi RS, dibuat perda bagi semua tindakan medis, dan menolak kehadiran dokter asing yang berpraktik di wilayah Tangsel, serta transfer of knowledge dan menolak direktur yang bukan berlatar belakang medis.

Sementara itu, sekira 20 dokter RSUD Tangsel yang mendatangi Komisi II DPRD Tangsel untuk menyampaikan aspirasinya, hari ini diterima oleh Ketua Komisi II DPRD Tangsel Robet Usman yang didampingi Abdul Kohar dan sejumlah anggota komisi II.
(mhd)
Berita Terkait
Pemkot Tangerang Pastikan...
Pemkot Tangerang Pastikan 146 Sekolah Swasta Gratis
Pemkot Tangerang Kembangkan...
Pemkot Tangerang Kembangkan Wisata Edukasi
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Minta Kemudahan Pelayanan Masyarakat Harus Jadi Budaya
Puluhan Pedagang Emas...
Puluhan Pedagang Emas Pasar Anyar Tangerang Mendaftar untuk Relokasi
Dua Hari PSBB di Kota...
Dua Hari PSBB di Kota Tangerang, Wali Kota Arief Datangi Check Point untuk Evaluasi
Pemkot Tangerang Berlakukan...
Pemkot Tangerang Berlakukan PSBB, Wali Kota Arief Ajak Masyarakat Disiplin
Berita Terkini
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
1 jam yang lalu
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
2 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
2 jam yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
2 jam yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
3 jam yang lalu
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
3 jam yang lalu
Infografis
Mahasiswi ITB Ditangkap...
Mahasiswi ITB Ditangkap Gara-gara Meme Prabowo dan Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved