Tata pemerintahan, Bantaeng jadi contoh nasional

Jum'at, 20 September 2013 - 04:15 WIB
Tata pemerintahan, Bantaeng...
Tata pemerintahan, Bantaeng jadi contoh nasional
A A A
Sindonews.com - Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN-RI) menjadikan Kabupaten Bantaeng sebagai model tata pemerintahan yang bisa dijadikan contoh nasional.

‘’Selama ini kita sering mencari model hingga ke luar negeri, padahal di negeri sendiri banyak mutiara yang terpendam,’’ kata Kepala LAN-RI Agus Dwiyantopada ramah tamah di kolam renang Be’lang Bantaeng, Kamis (19/9) malam.

Ramah tamah dihadiri Kepala LAN Makassar Prof Dr Makmur, Kepala Diklat LAN Makassar Dr Muh Idris, Sekda Selayar Dr Zainuddin SH,MH, Sekda Bantaeng Sudarni, para pimpinan SKPD dan peserta Diklatpim Tingkat IV Kabupaten Selayar.

Menurut Kepala LAN-RI, pihaknya sudah lama berkeinginan berkunjung ke Bantaeng untuk belajar berbagai hal yang sudah dilakukan di daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar, ibukota Provinsi Sulsel.

‘’Banyak pihak yang menganjurkan saya melihat Bantaeng karena banyak hal yang inspiratif, namun baru kali ini berkesempatan. Saya tidak membayangkan bisa bertemu seorang Bupati yang sangat luar biasa,’’ ujarnya.

Agus Dwiyanto mengaku banyak berdiskusi sejak bertemu dan ternyata banyak gagasan yang bisa dilakukan untuk melakukan perbaikan, terutama kepada calon pemimpin ke depan.

Ini juga sesuai program LAN yang akan lebih banyak mengajukan kasus. Ini dimaksudkan untuk membantu pemerintah. Caranya, melalui pembenahan prajabatan.

‘’Kita akan mengubah karakter PNS yang merupakan pilar pelayanan. Karena itu, prajabatan akan dilakukan sebelum PNS mulai berkantor agar tidak terkontaminasi karena pada tahap awal ini diperkenalkan nilai-nilai yang benar dengan karakter yang tepat,’’ tuturnya.

Masih menurut Agus Dwiyanto, untuk mempercepat profesionalisme aparatur, suka tidak suka aparat harus bisa menunjukkan kemampuan dalam menyelesaikan masalah.

Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah pada kesempatan itu menguraikan potensi strategis wilayahnya yang selama ini hanya dijadikan perlintasan.

Kini, melalui pemanfaatan potensi yang terdiri atas 3 klaster tersebut, Bantaeng tak lagi menjadi perlintasan, tetapi menjadi daerah tujuan.

Sebelum ketahanan pangan menjadi masalah, kita sudah canangkan Kabupaten Benih Berbasis Teknologi. Ke-3 potensi dimaksimalkan, termasuk klaster dataran tinggi untuk memperkuat suplai sayuran ke daerah lain.

Kawasan ini diperkaya tanaman bernilai ekonomi tinggi seperti penanaman buah apel dan strawberry yang kini menjadi ikon Kabupaten Bantaeng. Juga ditanam buka sakura dan di bagian pesisir dikembangkan rumput laut serta kawasan wisata pantai, sedang pada dataran yang kurang produktif diisi sejumlah industri pengolahan, termasuk smelter dan mangan.

Industri tersebut kini dalam tahap pembebasan lahan dan diharapkan akan mendorong pertumbuhan dan menjadikan Kabupaten Bantaeng sebagai ekonomi baru di bagian selatan Sulsel.
(rsa)
Berita Terkait
Lewat Kompetensi Praktik...
Lewat Kompetensi Praktik Lapangan, Praja Diharapkan Paham Pemerintahan Daerah
Sinergi Pemerintah Pusat...
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, BSKDN Kemendagri Tekankan Kolaborasi
Pulihkan Ekonomi, Daerah...
Pulihkan Ekonomi, Daerah Utang Rp12,24 Triliun ke Pusat
BSKDN Kemendagri: Konsep...
BSKDN Kemendagri: Konsep ITKPD Upaya Wujudkan Tujuan Otonomi Daerah
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Majukan Suatu Daerah...
Majukan Suatu Daerah Perlu Merangkul Semua Elemen Termasuk Seniman
Berita Terkini
KPK Ungkap Biro Jasa...
KPK Ungkap Biro Jasa Harus Setor Rp100 Ribu hingga Rp2,5 Juta untuk Pengurusan Izin Tinggal WNA di Bali
6 menit yang lalu
Viral Kabar Ganjil Genap...
Viral Kabar Ganjil Genap di 28 Gerbang Tol Jakarta, Polda Metro Jaya Angkat Bicara
37 menit yang lalu
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
9 jam yang lalu
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
9 jam yang lalu
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
10 jam yang lalu
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
10 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved