GP Ansor desak Polri tangkap perusak makam cucu Sultan

Rabu, 18 September 2013 - 08:49 WIB
GP Ansor desak Polri...
GP Ansor desak Polri tangkap perusak makam cucu Sultan
A A A
Sindonews.com - Gerakan Pemuda (GP) Ansor mendesak Polri untuk menangkap pelaku perusakan makam cucu Sultan Hamengku Buwono VI Kiai Ageng Prawiro Purbo di Umbulharjo, kota Yogyakarta.
Menurut Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid, perusakan makam itu perbuatan melanggar hukum karena merusak situs sejarah.

"Apalagi dengan mengusir para peziarah, itu tindakan yang antipancasila dan melanggar hukum. Polisi wajib menangkap pelaku tindakan perusakan situs sejarah," ujar Nusron Wahid dalam keterangan resminya kepada Sindonews, Rabu (18/9/2013).

Lebih lanjut Nusron menjelaskan, bahwa masalah ziarah ke makam kubur itu masalah keyakinan. "Masing-masing punya dasar pemahaman yang diyakini. Kalau tidak setuju dan tidak suka ziarah ke makam, ya tidak usah ikut, tidak usah merusak makam apalagi dengan mengusir orang yang sedang berziarah," tegasnya.

Maka dari itu, dia menilai tindakan perusakan makam cucu Hamengku Buwono VI Kiai Ageng Prawiro Purbo di Umbulharjo tersebut, merupakan bentuk anarkisme dan intoleransi beragama.

"Apa semua orang dipaksa sama? Kalau hari ini makam cucu HB VI, lama-lama makam para auliya, Wali Songo, makam cucu nabi bahkan makam nabi akan dirusak. Ini tidak bisa dibiarkan," tuturnya.

Sebagai organisasi kepemudaan dan keagamaan berhaluan ahlussunnah waljamaah di Indonesia, GP Ansor menginstruksikan kepada seluruh kadernya agar menjaga amaliyah dan tradisi yang baik dan sudah melembaga di masyarakat, termasuk makam para auliya dan para wali.

Jangan sampai ada pihak-pihak serupa yang akan mengganggu makam dan para peziarah. "Mau dikatakan syirik mau kafir, itu urusan kami dengan Allah. Tidak usah urus keyakinan keagamaan orang lain. Ini tidak bisa dibiarkan. Lama-lama maulid enggak boleh. Ziarah enggak boleh. Mau jadi apa negara ini? Polisi harus melindungi hak-hak warga negara. Tidak boleh ada yang memaksakan kehendak," ucapnya.

Dia menambahkan, bahwa orang yang merusak makam itu sama saja anti NKRI. "Berarti dia tidak tahu konsep kebhinekaan dan kemajemukan. Polisi harus tangkap, sebab itu jelas perbuatan melanggar hukum. Kalau polisi tidak bertindak, Ansor dan Banser akan mencari dan menangkap pelaku tersebut," pungkasnya.
(lal)
Berita Terkait
Meluruskan Mitos Seputar...
Meluruskan Mitos Seputar Osteoporosis
Tes Masif Terus Intensifikasi,...
Tes Masif Terus Intensifikasi, Masyarakat Diminta Menerapkan Protokol Kesehatan
Kapolres Lahat Panen...
Kapolres Lahat Panen Raya di Desa Pagar Ruyung
Peduli Lansia, Ketua...
Peduli Lansia, Ketua K3S Denpasar Serahkan Bantuan Kursi Roda.
KPU Kota Denpasar Bersinergi...
KPU Kota Denpasar Bersinergi dengan Kominfos dan Humas Pemkot Denpasar
Tiga Bulan Dibentuk,...
Tiga Bulan Dibentuk, Kinerja Tim Implementasi MoU Helshinki Dipertanyakan
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
3 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
3 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
3 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
4 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
5 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
7 jam yang lalu
Infografis
Alasan Sekutu Desak...
Alasan Sekutu Desak NATO Tunjukkan Kekuatan pada Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved