Polres Jepara bongkar investasi bodong beromzet miliaran

Selasa, 17 September 2013 - 17:58 WIB
Polres Jepara bongkar...
Polres Jepara bongkar investasi bodong beromzet miliaran
A A A
Sindonews.com - Jajaran Satreskrim Polres Jepara berhasil membongkar praktek investasi bodong dengan omzet miliaran rupiah. Korban praktek investasi dengan tawaran keuntungan menggiurkan ini mencapai puluhan orang yang berasal dari sejumlah kabupaten di wilayah pantura timur Provinsi Jawa Tengah.

Investasi bodong ini dijalankan oleh PT House Bussiness Centre International (HBCI) yang beralamat di Desa Lebuawu, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara.

PT HBCI mengklaim bergerak dalam berbagai sektor usaha. Mulai dari asuransi, agrobisnis nusantara, pro maqdis umroh dan haji plus, advertising, teknologi keagenan pulsa dan property.

Terbongkarnya praktek investasi bodong ini setelah pihak kepolisian mendapat laporan dari salah seorang investor yang bernama Siradi Warga Desa Lebuawu Kecamatan Pecangaan.

Pihak kepolisian sudah menetapkan Presiden Direktur (Presdir) PT HBCI, Khoirul Anam (41), warga RT 07 RW II Desa Lebuawu, Kecamatan Pecangaan sebagai tersangka dalam kasus ini. Khoirul berhasil ditangkap setelah sempat buron selama beberapa bulan.

“Tersangka masih kita periksa terkait kasus ini. Aparat juga masih melakukan penyidikan intensif untuk menentukan ada tidaknya tersangka baru dalam kasus investasi bodong tersebut,” kata Kasatreskrim Polres Jepara AKP Sulkhan didampingi Kasubag Humas Polres AKP Usman Junaidi, Selasa (17/9/2013).

Modus yang dilakukan oleh Khoirul Anam yakni dengan menjanjikan keuntungan besar kepada para calon investor yang mau menanamkan modal di perusahaan yang dipimpinnya. Agar bisa tercatat sebagai investor, seseorang diwajibkan menanamkan modal sekira 500 Euro atau sekira Rp8,5 juta. Dengan nominal tersebut, maka investor akan mendapat satu ID (semacam saham). Dan itu juga berlaku untuk kelipatannya.

Kontrak “kerjasama” antara investor dan PT HBCI disepakati selama lima bulan yakni mulai Agustus – Desember 2011. Saat kontrak awal, baru ada enam investor yang tertarik dengan tawaran PT HBCI ini.

Selama kontrak berlangsung, PT HBCI menjanjikan kepada para investor keuntungan yang besarnya sekitar 50 persen dari modal yang ditanamkan. Keuntungan tersebut diberikan secara bertahap selama lima bulan. Tiap bulan, investor mendapat Rp2,5 juta. Keuntungan tersebut diberikan dalam bentuk paket sembako sebesar Rp300 ribu, pulsa telepon sebesar Rp200 ribu – Rp300 ribu dan sisanya uang tunai.

Selama lima bulan pertama, ternyata janji PT HBCI ditepati. Tiap investor mendapat keuntungan sesuai yang dijanjikan. Total selama lima bulan tersebut, para investor menerima Rp12,5 juta. Atau jika dikurangi modal yang ditanamkan, tiap investor mendapat keuntungan Rp4 juta.

“Makanya para investor pun tergiur untuk meningkatkan modalnya. Investor yang semula hanya mempunyai satu ID pun dilipatgandakan hingga 3 – 4 ID. Selain itu, ada juga puluhan investor baru yang juga tergoda ingin mendapat keuntungan serupa,” ujarnya.

Kontrak “kerjasama” jilid kedua pun diteken. Durasinya masih sama yakni selama lima bulan yakni Januari – Mei 2012. Selama tiga bulan awal, “kerjasama” antara investor dengan PT HBCI masih berjalan normal. Tiap investor masih mendapat keuntungan sesuai jumlah modal yang ditanam.

Namun menginjak bulan keempat, “usaha” yang dijalankan PT HBCI kolaps. Para investor tak lagi menerima keuntungan. Kondisi tersebut berlangsung hingga beberapa bulan. Karena modal maupun keuntungan yang dijanjikan tak kunjung diberikan, akhirnya para investor pun menggeruduk kantor PT HBCI.

Mereka pun mengambil berbagai barang dan aset yang ada di kantor tersebut. Setelah kejadian itu, Presdir PT HBCI, Khoirul Anam melarikan diri.

“Nah, saat tersangka pulang ke rumah, kita pun langsung melakukan penangkapan,” jelasnya.
(rsa)
Berita Terkait
Kasus Penipuan WO Ayu...
Kasus Penipuan WO Ayu Puspita: 207 Korban, Kerugian Capai Rp11,5 Miliar
Waspadalah, Ini Jenis-jenis...
Waspadalah, Ini Jenis-jenis Penipuan di Online Shop yang Sering Terjadi
Kisahnya Dijadikan Film,...
Kisahnya Dijadikan Film, Berikut 10 Tukang Tipu Paling Terkenal
Demi Cuan, Waspadai...
Demi Cuan, Waspadai Modus-modus Pengemis Gadungan Ini
5 Mobil Mewah dan Rp52,5...
5 Mobil Mewah dan Rp52,5 Miliar Disita dalam Kasus Penipuan Robot Trading NET89, Bareskrim Polri Ungkap Aset Terka
Polrestabes Surabaya...
Polrestabes Surabaya Ungkap Penipuan Investasi Smartkost
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
8 jam yang lalu
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
11 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
12 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
12 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
13 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
13 jam yang lalu
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved