Sepertinya sudah direncanakan
Rabu, 11 September 2013 - 06:06 WIB
Sepertinya sudah direncanakan
A
A
A
Sindonews.com - Kepolisian menduga, penembakan terhadap anggota Provost Poloairud, Bripka Sukardi di depan gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, telah direncanakan pelaku.
"Sepertinya sudah direncanakan," kata Wakapolri Komisaris Jenderal Oegroseno saat ditemui di lokasi penembakan, Selasa (10/9/2013) malam.
Meski demikian, lanjut Oegroseno, pihak kepolisian belum bisa memastikan siapa dan motif pelaku penembakan anggota Polri ini. Sejauh ini pihaknya telah mengamankan beberapa saksi, termasuk sopir truk, selaku saksi kunci.
"Saksi kunci (sopir) truk yang berada di belakang motor Bripka Sukardi sudah kita mintai keterangan," tukasnya.
Sebelumnya, Wakapolri Komisaris Jenderal Oegroseno menegaskan, pengawalan enam truk material besi dan baja yang dilakukan Bripka Sukardi dari Pelabuhan Tanjung Priok ke Tower Rasuna, Kuningan menyalahi prosedur.
Pasalnya, korban penembakan orang tak dikenal yang diketahui anggota Provost Kepolisian Air Udara (Poloairud) Mabes Polri Bripka Sukardi itu melakukan pengawalan seorang diri.
"Pengawalan enam truk yang hanya dilakukan satu orang anggota Polri tak sesuai prosedural," katanya.
"Sepertinya sudah direncanakan," kata Wakapolri Komisaris Jenderal Oegroseno saat ditemui di lokasi penembakan, Selasa (10/9/2013) malam.
Meski demikian, lanjut Oegroseno, pihak kepolisian belum bisa memastikan siapa dan motif pelaku penembakan anggota Polri ini. Sejauh ini pihaknya telah mengamankan beberapa saksi, termasuk sopir truk, selaku saksi kunci.
"Saksi kunci (sopir) truk yang berada di belakang motor Bripka Sukardi sudah kita mintai keterangan," tukasnya.
Sebelumnya, Wakapolri Komisaris Jenderal Oegroseno menegaskan, pengawalan enam truk material besi dan baja yang dilakukan Bripka Sukardi dari Pelabuhan Tanjung Priok ke Tower Rasuna, Kuningan menyalahi prosedur.
Pasalnya, korban penembakan orang tak dikenal yang diketahui anggota Provost Kepolisian Air Udara (Poloairud) Mabes Polri Bripka Sukardi itu melakukan pengawalan seorang diri.
"Pengawalan enam truk yang hanya dilakukan satu orang anggota Polri tak sesuai prosedural," katanya.
(mhd)