PKL bersih, Pasar Minggu kini 'diusik' ojek

Selasa, 10 September 2013 - 19:05 WIB
PKL bersih, Pasar Minggu...
PKL bersih, Pasar Minggu kini 'diusik' ojek
A A A
Sindonews.com - Persoalan baru muncul di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kali ini masalah tersebut bukan berasal dari PKL, tapi puluhan tukang ojek yang memarkirkan kendaraannya di badan jalan hingga menggangu arus lalu lintas.

Pemandangan seperti ini bisa dilihat di sepanjang Jalan Raya Ragunan dan Jalan Raya Pasar Minggu yang mengelilingi pasar tersebut.

Walikota Jakarta Selatan, Syamsuddin Noor berjanji akan segera melakukan tindakan tegas terhadap para tukang ojek yang parkir sembarang di badan jalan. Jajarannya, bahkan ditegaskan telah melakukan rapat koordinasi bersama Kasatlantas Polres Jakarta Selatan.

"Kita sudah rapat dengan Kasatlantas dan meminta para tukang ojek itu diberikan sanksi tilang. Sebab, mereka parkir sembarangan, jadi harus ada penegakan hukum," kata Syamsuddin saat dihubungi, Selasa (10/9/2013).

Ia menduga, para tukang ojek yang memenuhi kawasan Pasar Minggu itu merupakan PKL yang terkena penertiban. Mereka disinyalir beralih profesi dari pedagang menjadi tukang ojek.

"Ada kemungkinan PKL beralih profesi. Karena memang terlihat tukang ojek bertambah di sana," tukasnya.

Dihubungi terpisah, Kasatlantas Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Sutimin membenarkan jika pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan.

"Kita siap tertibkan tukang ojek yang melanggar parkir dan mengganggu arus lalu lintas di Pasar Minggu," bebernya.

Terkait usulan sanksi tilang bagi tukang ojek, Sutimin berpendapat Pemkot Jakarta Selatan harus memiliki solusi jangka panjang. Sebab, jika diberlakukan sanksi tilang dikhawatirkan akan menimbulkan konflik sosial.

"Kita cuma khawatir kalau petugas pergi, mereka akan muncul lagi. Makanya, harus dipikirkan tempat khusus bagi mereka. Kalau tiba-tiba diusir pasti timbul masalah sosial," tukasnya.

Sementara itu, Anto (45), salah seorang tukang ojek di Pasar Minggu meminta Pemkot agar berpikir matang-matang sebelum melakukan penertiban. Pasalnya, ada banyak jiwa yang menggantungkan penghasilan dengan mengojek di pasar.

"Kita inikan mencari nafkah, kenapa diusir-usir. Kalau memang mengganggu apa solusinya agar kita bisa memenuhi kebutuhan perut," cetusnya kesal.

Berita terkait klik disini
(ysw)
Berita Terkait
Ruangan Genset Kantor...
Ruangan Genset Kantor Pemkot Jaksel Kebakaran
Pemkot Jaksel Perbaiki...
Pemkot Jaksel Perbaiki 11 Titik Jalan Rusak
Kronologi Kebakaran...
Kronologi Kebakaran Ruangan Genset di Pemkot Jaksel
Antisipasi Banjir, Pemkot...
Antisipasi Banjir, Pemkot Jaksel Keruk Kali Pesanggrahan
Atasi Banjir, Pemkot...
Atasi Banjir, Pemkot Jaksel Bangun Drainase Sepanjang 2.400 Meter
Pemkot Jaksel Larang...
Pemkot Jaksel Larang Warga Merayakan Kemerdekaan dengan Berkerumun
Berita Terkini
Emak-emak Kian Banyak...
Emak-emak Kian Banyak Bergabung, DPD Partai Perindo Kota Palu Perkuat Struktur hingga Akar Rumput
20 menit yang lalu
Momen Menegangkan Pasukan...
Momen Menegangkan Pasukan TNI Evakuasi Jenazah Pilot AS yang Ditembak OPM di Yahukimo
24 menit yang lalu
Asosiasi Kepala Desa...
Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia di NTB Dukung MBG Diperluas hingga Pelosok
41 menit yang lalu
BNPB Pulihkan Akses...
BNPB Pulihkan Akses Air Bersih di Merapi dengan Pipanisasi Sepanjang 30 Km
2 jam yang lalu
ITS Dorong Mahasiswa...
ITS Dorong Mahasiswa Kembangkan Inovasi untuk Mendukung Kinerja PLN
2 jam yang lalu
UI Tegaskan Kajian BEM...
UI Tegaskan Kajian BEM Psikologi soal LGBT Bukan Sikap Resmi Kampus
2 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved