Pengusaha tahu-tempe mogok produksi

Selasa, 10 September 2013 - 05:49 WIB
Pengusaha tahu-tempe...
Pengusaha tahu-tempe mogok produksi
A A A
Sindonews.com – Pengusaha tahu dan tempe di Cisambeng, Palsah, Kabupaten Majalengka Jawa Barat menghentikan produksinya selama tiga hari mulai Senin hingga Rabu.

Mogok produksi itu dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut dari surat dari Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakopindo) yang diterima beberapa waktu lalu.

Salah seorang pengusaha tempe di Desa Cisambeng, Maman Zulkarnaen menjelaskan, surat tersebut, merupakan hasil rapat koordinasi (rakor) 31 Agustus sampai dengan 1 September di Gedung Bulog II Jakarta.

Keputusan tersebut, jelas dia sebagai bentuk protes terkait semakin melambungnya harga kacang kedelai di pasaran beberapa bulan terakhir.

“Ini karena pengusaha tempe dan tahu pada pertengahan (bulan) Agustus lalu banyak yang tidak produksi atau mengurangi produksi dan mengurangi karyawannya sebagai dampak dari kenaikan harga kacang kedelai. Hasil kesepakatan dari Rakor tersebut dijelaskan bahwa mulai hari ini hingga Rabu lusa tidak beroperasi,” kata Maman, Senin (9/9/2013).

Dia menjelaskan, keputusan mogok beroperasi bersama para pengusaha tahu dan tempe di sentra Tahu-tempe di Kabupaten Majalengka tersebut merupakan bentuk solidaritas terhadap para pengusaha tahu-tempe se-Indonesia.

Untuk waktu pelaksanaan mogok sendiri, dimulai Senin pukul 00.00 WIB hingga Rabu pulul 00.00 WIB.

“Para pengusaha tahu dan tempe di desa sini (Desa Cisambeng) sekitar 80 persen dari jumlah penduduk ini, sepakat melaksanaan aksi solidaritas ini. Oleh karena itu, kami mohon maaf kepada warga jika selama tiga hari ke depan tidak ada tempe dan tahu di wilayah Majalengka,” jelasnya.

Pengusaha tahu-tempe lainnya, Ririn Sahirin mengaku aksi tersebut bisa berdampak terhadap kerugian materi. Namun demikian, Ririn mengaku rela untuk berhenti produksi sementara akibat semakin melambunnya harga kacang kedelai.

“Meskipun aksi ini berdampak terhadap kerugian materi karena tidak produksi, tapi saya rela. Ini sebagai bentuk keprihatinan kami para pengusaha tahu-tempe di Kabupaten Majalengka. Kami siap ikut serta dalam solidaritas ini,” tegas dia.

Lebih jauh dia berharap, pemerintah segera melakukan tindakan agar harga kacang kedelai kembali stabil.

“Realisasikan swasembada kedelai serta laksanakan peraturan presiden No. 32 tentang penugasan kepada perum Bulog untuk pengamanan harga dan penyaluran kedelai ke berbagai pengrajin di daerah,” tegas dia.
(lns)
Berita Terkini
154 Warga Terjangkit...
154 Warga Terjangkit ISPA Imbas Kebakaran TPA Jatiwaringin, Mayoritas Balita-Ibu Hamil
6 jam yang lalu
UMKM Binaan Astra Tembus...
UMKM Binaan Astra Tembus ke Luar Negeri, Omzet Petani Naik Jadi Rp11,9 Miliar
6 jam yang lalu
Anggota DPRD Jakarta...
Anggota DPRD Jakarta Sebut Flyover Latumenten Bisa Kurangi Macet 40%
6 jam yang lalu
Sisir TKP Kasus Penganiayaan,...
Sisir TKP Kasus Penganiayaan, Polda Jabar Ungkap Taufik Hidayat Pukul YTR dengan Helm dan Besi
7 jam yang lalu
FKM UI Gelar Pelatihan...
FKM UI Gelar Pelatihan K3 dan Kesiapsiagaan Kebakaran untuk Guru SMPN 107 Jakarta
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun Tanggul 1,48 Kilometer di Kali Grogol Kemanggisan
8 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved