Usai sidang, Handojo ditangkap Polres Bogor

Selasa, 10 September 2013 - 05:39 WIB
Usai sidang, Handojo...
Usai sidang, Handojo ditangkap Polres Bogor
A A A
Sindonews.com – Terdakwa kasus perusakan Sistem Jaringan Informasi Transaksi Elektronik (ITE) dan penggelapan dana Myoxy, Handojo ditangkap oleh jajaran Polres Bogor. Namun penangkapan Handojo kali ini terkait kasus lainnya.

Penangkapan tersebut terjadi di halaman parkir Pengadilan Negeri Semarang sekitar pukul 13.15 WIB, sesaat setelah pemilik PT Hanita Artha Nusantara Sukoharjo itu selesai mengikuti sidang kasus perusakan ITE di Pengadilan Negeri Semarang.

Ia ditangkap lantaran sudah dua kali mangkir dari pemeriksaan sebagai tersangka kasus penganiayaan yang dilaporkan korban Gaby Permata Starosa, pemilik PT Mulia Rejeki Waterindo.

Saat penangkapan berlangsung, terjadi proses yang cukup alot lantaran terdakwa menolak. Namun, setelah diperlihatkan surat resmi penangkapan yang dibacakan oleh Aiptu Duarman Panjaitan, Handojo akhirnya menyerah.

Penangkapan Handojo ditanggapi gembira Gaby Permata Starosa. Ia yang menjadi korban Handojo mengapresiasi langkah kepolisian yang berani menangkap Handojo.

“Saya ucapkan apresiasi yang besar kepada Polres Bogor karena telah menindaklajuti laporan kami. Ia kami laporkan Handojo terkait kasus pemalsuan izin dari BPPOM dan penganiayaan yang terjadi di sana,” kata Gaby.

Sementara itu, Jaksa Penunntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah Kurnia, mengaku tidak tahu soal penangkapan Handojo oleh jajaran Polres Bogor.

Bahkan imbuh Kurnia, surat pemberitahuan penangkapan juga belum disampaikan kepada pihak Kejati Jateng.

“Kami malah belum tahu ada penangkapan itu (Handojo), tidak ada pemberitahuan dulu yang masuk," kata dia.

Kurnia menambahkan, jika memang yang bersangkutan ditahan, pada sidang putusan pihaknya berharap terdakwa hadir mengikuti sidang. Tapi jika memang tidak hadir, kemungkinan bisa in absentia

Kasus ini sendiri sudah berlangsung selama kurang lebih delapan bulan. Sidang putusan akan dilangsungkan pada Senin (16/9) mendatang oleh majelis hakim PN Semarang.

Kasus ini bemula saat saksi Gabby diajak kerja sama oleh terdakwa membuat perusahaan air minum merk Oxxywell dengan PT Mulia Waterindo.
Awal berdiri perusahaan berjalan secara konvensional, hingga akhirnya berubah menjadi sistem MLM.

Dalam pelaksanaannya, meski berstatus sebagai direktur, perusahan pengelolaan didominasi terdakwa yang meliputi pengurusan perizinan, sistem ITE jaringan MLM, pengelolaan dana dan adminitrasi.

Perkembangannya, Gaby menemukan adanya pelanggaran atas pemalsuan nomor MD, label halal, dan label BPOM, serta ketidak transparanan pengelolaan dana perusahaan. Atas temuan itu, produksi dihentikan, dan Gaby meminta transparansi pengelolaan.

Hingga pada bulan Mei 2012, Gaby bisa membuka akses jaringan perusahaan dan mengungkap adanya penggelapan sistem jaringan ITE dan melaporkannya ke Polda Jateng.

Akibat ulah terdakwa, PT Mulia Rejeki Waterindo merugi Rp1,5 miliar. Perkiraan tersebut dihitung dari penjualan terkirim ke semua stokis seluruh Indonesia yang mencapai 100.000 dus selama delapam bulan di dalam sistem IT.

Bonus member diketahui sudah tidak ada sejak Juni dan Juli 2012 serta laba perusahaan selama enam bulan tidak pernah diketahui.

Sebelum penangkapan kemarin, Handojo sudah menjalani persidangan mengenai kasus itu di PN Semarang. Dirinya dituntut oleh JPU Kejati Jateng dengan pidana penjara lima tahun dan denda Rp100 juta.

Handojo dinilai bersalah karena telah memanipulasi, mengubah, mengurangi dan merusakkan Informasi Elektronik dan atau Dokumen Elektronik hingga dianggap seolah-olah sebagai data yang otentik.
Perbuatannya oleh JPU dinilai melanggar Pasal 51 jo Pasal 35 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,
(lns)
Berita Terkait
Strategi Pemberantasan...
Strategi Pemberantasan Korupsi
Pemberantasan Korupsi...
Pemberantasan Korupsi dan Perampasan Aset
Pemberantasan Korupsi,...
Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme
Sisi Lain dalam Pemberantasan...
Sisi Lain dalam Pemberantasan Korupsi
Partisipasi Publik dalam...
Partisipasi Publik dalam Pemberantasan Korupsi
UU Antitipikor Sarana...
UU Antitipikor Sarana Pemberantasan Korupsi
Berita Terkini
Buat Jakarta Lebih Adem,...
Buat Jakarta Lebih Adem, BMKG Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca saat Kemarau Panjang
11 menit yang lalu
Hadapi El Nino dan Kemarau,...
Hadapi El Nino dan Kemarau, Prabowo Instruksikan BMKG Perkuat OMC-Pengisian Waduk
55 menit yang lalu
Kebakaran di Dekat Pasar...
Kebakaran di Dekat Pasar Kebayoran Lama, 185 Personel Damkar Dikerahkan
1 jam yang lalu
UMKM Perkebunan Naik...
UMKM Perkebunan Naik Kelas, BPDP Buka Jalan Menuju Pasar Global
2 jam yang lalu
Sikap Menko Polkam soal...
Sikap Menko Polkam soal Penindakan Vape Narkoba Didukung APVI dan PPEI
2 jam yang lalu
Demo Kantor Setwapres,...
Demo Kantor Setwapres, Emak-emak Tuntut Gibran Tunjukkan Ijazah SMA
2 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA usai Piala...
Ranking FIFA usai Piala Dunia 2026: Spanyol Gusur Argentina dari Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved