Demo soal Pilkada Barito Timur di Kemendagri

Jum'at, 06 September 2013 - 23:48 WIB
Demo soal Pilkada Barito...
Demo soal Pilkada Barito Timur di Kemendagri
A A A
Sindonews.com - Siang tadi kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ramai oleh aksi demonstrasi . Mereka menuntut Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mencabut Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang pengangkatan Bupati dan Wakil Bupati Barito Timur, Kalimantan Tengah.

Massa yang terdiri dari simpatisan berbagai partai politik, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga swadaya masyarakat, itu menilai pasangan Ampera A.Y. Mebas dan Suryansah tidak memenuhi syarat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Barito Timur.

"Pasangan Ampera dan Suryansyah tidak sah menjadi calon Bupati dan Wakil Bupati karena didukung partai yang tidak memenuhi syarat 15 persen dari anggota di DPRD," ujar, Ketua Harian Presidium ZA Jari Janang Kalalada (Jajaka), Ardianto D Radodi Jakarta, Jumat (6/9/2013).

Pada kesempatan demonstrasi itu, mereka juga membagikan selebaran. Dalam selebaran itu disebutkan, pada tanggal 15 Februari 2013 Komisi Pemilihan Umun Daerah (KPUD) Barito Timur mengeluarkan SK Nomor: 14/Kpts/KPU-Bartim-020.435900/112013 yang meloloskan pasangan Ampera-Suryansyah sebagai calon bupati dan wakil bupati.

Keputusan KPUD tersebut kemudian digugat ke Pengadilan Tinggi Tata Usah Negara (PTUN) Palangkaraya. Selanjutnya, pada tanggal 28 Mei 2013 PTUN Palangkaraya mengeluarkan SK Nomor: 09/G/2013/PTUN.PLK, yang mengabulkan gugatan para penggugat serta memerintahkan kepada KPUD Barito Timur untuk mencabut SK yang bertanggal 15 Februari 2013 tersebut.

Salah satu partai politik yang turut mendukung aksi demontrasi, Dolpi Richard Sompotan mengatakan, saat proses hukum sedang berjalan, Kemendagri mengeluarkan SK pelantikan tanggal 25 Juli 2013.
Tapi yang menandatangani SK bukan Mendagri, namun Sekretaris Ditjen Otda. Selanjutnya pada tanggal 26 Juli langsung dilantik. "Bayangkan, hanya berselang satu hari," jelas Dolpi.

Sementara itu Ketua Harian Presidium Organisasi Masyarakat Dayak ZA Jajaka, Ardianto D Rado mengatakan, Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri, Djohermansyah Djohan yang menerima perwakilan para demonstran, berjanji akan membahas lebih lanjut mengenai tuntutan mereka.

"Kemendagri berjanji akan dilakukan penelaahan dan penyelidikan terkait masalah ini. Satu bulan ini akan tuntas," jelas Ardianto.
(kur)
Berita Terkait
Jelang Demo, Pengemudi...
Jelang Demo, Pengemudi Ojol Ada yang Pilih Pulang ke Rumah Bentuk Solidaritas
Ratusan Warga Pidie...
Ratusan Warga Pidie Aceh Demo Tolak Pengungsi Rohingya
Diduga Provokator, Polisi...
Diduga Provokator, Polisi Tangkap 8 Pemuda Peserta Demo
Aliansi Mahasiswa dan...
Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Demo Tolak Hak Angket sambil Bagikan Takjil
Demonstrasi (Unjuk Rasa)...
Demonstrasi (Unjuk Rasa) Empatik
Demo Mahasiswa di Fly...
Demo Mahasiswa di Fly Over Makassar Mulai Tutup Akses Jalan Utama
Berita Terkini
6 Kendaraan Tabrakan...
6 Kendaraan Tabrakan Beruntun di Tol Bintara Arah Cakung, 1 Orang Tewas dan 2 Luka-luka
14 menit yang lalu
Kemarau Makin Meluas,...
Kemarau Makin Meluas, BMKG Prediksi Potensi Hujan Lokal Masih Tetap Ada
47 menit yang lalu
Pecinta Hewan Sambangi...
Pecinta Hewan Sambangi Kelurahan Pluit, Spanduk Larangan Memberi Makan Kucing Tak Bertuan Dicopot
1 jam yang lalu
Dukung Fatwa Haram MUI...
Dukung Fatwa Haram MUI Jatim, Kadin dan APVI Tegaskan Produk Vape Legal Bebas Narkoba
1 jam yang lalu
Ada Konser Akbar Monas...
Ada Konser Akbar Monas 2026, Berikut Ini Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
3 jam yang lalu
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 3.500 Meter
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved