IDI Karawang dukung pelaksanaan BPJS

Sabtu, 31 Agustus 2013 - 16:50 WIB
IDI Karawang dukung...
IDI Karawang dukung pelaksanaan BPJS
A A A
Sindonews.com - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Karawang mendukung pelaksanaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pada 1 Januari 2014 mendatang.

Pasalnya, jika BPJS Kesehatan ini tidak dilaksanakan, maka Indonesia dinilai akan semakin tertinggal dibanding negara lain yang sudah menjalankan kebijakan itu. Hal itu terungkap dalam pelantikan pengurus IDI Cabang Karawang.

"Secara organisasi kami mendukung sepenuhnya program BPJS Kesehatan yang dilaksanakan pada 1 Januari 2014 mendatang. Sebab sudah jadi amanat dari undang-undang," ujar Ketua IDI Cabang Karawang, Dwi Susilo yang di temui di Indo Alam Sari, Jalan Interchange, Kabupaten Karawang, Sabtu (31/8/2013).

Menurutnya, dalam pelaksanaannya, Askes akan dibubarkan dan dilebur untuk dijadikan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Jika kebijakan itu sudah terlaksana maka seluruh masyarakat akan memiliki asuransi kesehatan.

Dwi mengaku kebijakan BPJS tersebut akan berdampak kepada pribadi dokter, sebab selama ini para dokter berkompetensi untuk mendapatkan pasien. Jika kebiajakan BPJS sudah diterapkan maka secara otomatis tidak akan berkompetisi lagi mendapatkan pasien karena semuanya dibayar oleh pemerintah.

"Nantinya setiap dokter akan diberi jatah berapa banyak menangani pasien perbulannya," katanya.

Dikatakan, sebenarnya kebijakan BPJS kesehatan ini sudah diterapkan oleh negara lain khususnya di Eropa seperti Belanda pada tahun 70an, di Malaysia sendiri sudah dari tahun 80an, bahkan di Timorleste yang baru merdeka dari Indonesia sudah menjalankan kebijakan BPJS Kesehatan.

"Pelaksanaan BPJS itu secara bertahap dari 2014 dan harus sudah selesai pada tahun 2020 mendatang," tukasnya.

Dwi menilai jika sosialisasi BPJS itu masih kurang sehingga tidak banyak yang tahu tentang sistem BPJS kesehatan itu.

"Saat ini masyarakat masih banyak yang tidak tahu BPJS, kami berharap sosialisasi itu bisa dilakukan dengan intens. Jangan sampai masyarakat tidak tahu kebiajakan ini," ungkapnya.
(rsa)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
2 Pencuri Kabel Rp143...
2 Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang Selatan Ditangkap saat Beraksi
1 jam yang lalu
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
2 jam yang lalu
MUI Kecam Keras 27 Pelaku...
MUI Kecam Keras 27 Pelaku Rudapaksa Remaja di Madura: Hukuman Berat Harus Diberlakukan
2 jam yang lalu
2 Pemuda di Depok Ditangkap,...
2 Pemuda di Depok Ditangkap, Celurit hingga Airsoft Gun Disita Polisi
2 jam yang lalu
Teknologi Pupuk Hayati...
Teknologi Pupuk Hayati Dongkrak Produktivitas Sawah di Subang, Hasil Panen Tembus 4,76 Ton per Hektare
13 jam yang lalu
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
13 jam yang lalu
Infografis
Anggap Zelensky Tidak...
Anggap Zelensky Tidak Populer, Trump Dukung Pemilu di Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved