Kuli bangunan ungkap dugaan korupsi puskesmas Rp2,4 M

Sabtu, 31 Agustus 2013 - 12:03 WIB
Kuli bangunan ungkap...
Kuli bangunan ungkap dugaan korupsi puskesmas Rp2,4 M
A A A
Sindonews.com - Dugaan kasus korupsi pembangunan puskesmas, di Desa Malei, Kecamatan Lage, Poso, Sulawesi Tengah, diungkap oleh puluhan tukang bangunan yang melakukan aksi boikot kerja, karena upah mereka selama dua minggu telat dibayar.

Dalam aksinya, para tukang bangunan ini pun tidak segan membongkar material bangunan senilai Rp2,4 miliar yang digunakan untuk mendirikan gedung. Dengan nilai itu, harusnya gedung dibuat oleh material yang bagus. Namun faktanya tidak demikian.

Para tukang bangunan menilai, kualitas material pembangunan puskesmas sangat rendah. Hal ini dibuktikan dengan dipecahnya dinding pagar gedung puskesmas yang sedang dibangun.

Tidak hanya itu, dalam aksinya mereka juga menyandera satu unit truk yang digunakan untuk mengangkut bahan material gedung. Mereka juga melakukan blokade dengan menumpuk sejumlah rangkaian kayu untuk kegiatan pembangunan di akses masuk ke lokasi proyek.

Selain pagar bangunan, kualitas lantai gedung juga nampak dengan sangat mudah di bongkar menggunakan potongan kayu. Hal ini, makin membuktikan kuatnya dugaan korupsi pengurangan kualitas material gedung.

Dengan sejumlah fakta tersebut, terungkap bahwa gedung yang dibangun tidak tahan terhadap gempa yang rawan terjadi di kawasan Malei. Sehingga gedung menjadi mudah rubuh, dan sangat membahayakan dokter, serta pasien puskesmas.

Gedung juga dibangun dengan semen yang rendah. Bahkan, kualitas besi juga diubah dari ukuran 12 menjadi ukuran lebih kecil, yaitu besi ukuran 8. Dan yang lebih mengkhawatirkan, konstruksi tiang bangunan yang seharusnya menggunakan cakar ayam, dibuat hanya menempel pada pondasi.

Sementara itu, pihak kontraktor mencoba berdialog dengan tukang bangunan untuk menghentikan aksi tersebut. Agar korupsinya tidak terungkap, para kontraktor itu sempat melarang wartawan untuk melakukan pengambilan gambar dengan menyebut masalah itu sebagai masalah keluarga.

Bahkan, mereka enggan melayani permintaan konfirmasi terkait kualitas bangunan. Dengan berbagai kejanggalan, dan ketakutan berlebih dari pihak kontraktor makin memperkuat dugaan para tukang bangunan.
(san)
Berita Terkait
Strategi Pemberantasan...
Strategi Pemberantasan Korupsi
Pemberantasan Korupsi...
Pemberantasan Korupsi dan Perampasan Aset
Pemberantasan Korupsi,...
Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme
Sisi Lain dalam Pemberantasan...
Sisi Lain dalam Pemberantasan Korupsi
Partisipasi Publik dalam...
Partisipasi Publik dalam Pemberantasan Korupsi
UU Antitipikor Sarana...
UU Antitipikor Sarana Pemberantasan Korupsi
Berita Terkini
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
21 menit yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
38 menit yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
47 menit yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
57 menit yang lalu
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
1 jam yang lalu
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
1 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved