Goda investor, Jokowi janji benahi pelayanan perizinan
Jum'at, 30 Agustus 2013 - 13:28 WIB
Goda investor, Jokowi janji benahi pelayanan perizinan
A
A
A
Sindonews.com - Saat mengunjungi bursa lowongan kerja di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berjanji akan membenahi masalah pelayanan perizinan yang masih semrawut. Langkah ini untuk menarik minat investor agar menanamkan modalnya di Jakarta supaya bisa menyerap pengangguran.
"Kita ini baru proses membenahi tempat pelayanan perizinan. Karena dengan pelayanan perizinan yang baik diharapkan investasi masuk ke Jakarta bisa lebih banyak," kata Jokowidi Balai Kartini, Jakarta Selatan, .
Meski mengharapkan seperti itu, lanjut Jokwi, tidak semua investasi akan dibiarkan masuk ke Jakarta. Investasi yang dimaksud yakni bisa memberikan dampak baik bagi kota, salah satunya menyerap pengangguran.
"Pokoknya, bukan investasi sembarangan," tegasnya.
Jokowi menjelaskan, di kota Jakarta ini, investasi yang masuk akan diarahkan ke bidang perdagangan dan jasa. Mengingat, investasi bidang pembangunan industri pabrik dinilai sudah tidak memungkinkan karena lahannya kurang.
"Sudah pasti arahnya yang perdagangan dan jasa, tidak mungkin pabrik masuk ke jakarta. Saat ini saya belum dapat laporan adanya peningkatan jumlah pengangguran," tukasnya.
"Kita ini baru proses membenahi tempat pelayanan perizinan. Karena dengan pelayanan perizinan yang baik diharapkan investasi masuk ke Jakarta bisa lebih banyak," kata Jokowidi Balai Kartini, Jakarta Selatan, .
Meski mengharapkan seperti itu, lanjut Jokwi, tidak semua investasi akan dibiarkan masuk ke Jakarta. Investasi yang dimaksud yakni bisa memberikan dampak baik bagi kota, salah satunya menyerap pengangguran.
"Pokoknya, bukan investasi sembarangan," tegasnya.
Jokowi menjelaskan, di kota Jakarta ini, investasi yang masuk akan diarahkan ke bidang perdagangan dan jasa. Mengingat, investasi bidang pembangunan industri pabrik dinilai sudah tidak memungkinkan karena lahannya kurang.
"Sudah pasti arahnya yang perdagangan dan jasa, tidak mungkin pabrik masuk ke jakarta. Saat ini saya belum dapat laporan adanya peningkatan jumlah pengangguran," tukasnya.
(ysw)