Kementan tolak pembangunan jalan di lahan pertanian

Sabtu, 24 Agustus 2013 - 00:15 WIB
Kementan tolak pembangunan...
Kementan tolak pembangunan jalan di lahan pertanian
A A A
Sindonews.com - Pembahasan mengenai pembangunan jalan akses pelabuhan di Karawang mengalami kebuntuan (deadlock). Tim BKPRN sepakat membawa masalah itu ke tataran yang lebih tinggi yakni tataran esselon I atau menteri.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Karawang, Samsuri.

Menurutnya, pembangunan jalan menuju pelabuhan masih tetap menemui kendala. Tim dari Kementerian Pertanian belum mengizinkan lahan pertanian itu menjadi jalan.

Padahal, anggota lain termasuk Bupati Karawang sendiri setuju dilakukan pembangunan jalan layang (elevated) menuju pelabuhan.

Tapi tim dari Kementan belum memberikan solusi pembuatan jalan menuju pelabuhan tersebut. "Dia hanya mengatakan areal pertanian tidak boleh beralih fungsi sejengkalpun," tuturnya, Jumat (23/6/2013).

Padahal, lanjutnya, Bupati Karawang Ade Swara telah berupaya meyakinkan jika areal yang akan beralih fungsi tidak akan terlalu luas, karena jalan dibangun di atas permukaan tanah.

"Masyarakat Karawang juga ingin melihat daerahnya lebih maju. Kalau dihalang-halangi terus, Karawang bakal jadi daerah stagnan," ujarnya.

Sementara kendala lain seperti adanya jaringan pipa pertamina dan kabel PLN. Namun demikian kendala ini masih bisa disiasati dengan tekhnologi.

"Bisa saja badan pelabuhan dibangun agak ke tengah laut sehingga proses pengerukan tidak terlalu banyak," ujar Samsuri.

Lebih lanjut dikatakan, Tim teknis Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional (BKPRN) memastikan Lokasi Pelabuhan Cilamaya tidak akan bergeser dari rencana awal.

"Kegiatan dilakukan sehari penuh mulai dari peninjauan lapangan hingga rapat koordinasi pada malam harinya. Tim yang mengikuti kegiatan itu terdiri dari Bapenas, Kementrian Perekonomian, Kementrian Perhubungan, Kementrian PU, Kementrian Pertanian Kementrian Kehutanan, Kemantrian Lingkungan Hidup, dan dari Sekretariat Kabinet," katanya.

Tim BKPRN menyebutkan secara legal formal calon lokasi pelabuhan Cilamaya sudah memenuhi persyaratan karena lokasi tersebut sudah tertuang dalam tata ruang Jawa Bali, tata ruang Provinsi Jabar dan Kabupaten Karawang.

"Bakal lokasi pelabuhan yang merupakan perluasan dari Pelabuhan Tanjung Priok itu sudah tidak bisa diganggu gugat lagi. Pelabuhan memang harus dibangun di situ, tidak bisa digeser ke tempat lain," katanya.

Dalam hal ini, Pemkab Karawang dan Pemprov Jabar akan berperan aktif dalam pembangunan dan pengelolaan Pelabuhan Cilamaya. Selain itu Pemkab Karawang juga berencana akan membebaskan lahan seluas 200 hektar untuk membackup area pelabuhan.

Lahan tersebut nantinya multifungsi sehingga dapat digunakan sebagai tempat perkantoran, tempat transit barang-barang yang ke luar atau masuk pelabuhan.

"Aset milik Pemkab itu nantinya bisa digunakan untuk membangun perkantoran, restoran, atau hotel, yang pasti, Pemkab Karawang harus memanfaatkan keberadaan pelabuhan tersebut secara optimal," ujarnya.

Sebelumnya pada hari Kamis 22 Agustus Tim BKPRN melakukan kunjungan ke lapangan memastikan lokasi Pelabuhan Cilamaya.

Kegiatan tersebut murni inisiatif tim BKPRN, sementara pemkab hanya memfasilitasi akomodasi dan tempat pertemuan.
(lns)
Berita Terkait
Stafsus Menkeu: Inovasi...
Stafsus Menkeu: Inovasi Kebijakan Daerah Jadi Kunci Pembangunan Nasional
Kunjungi Pelosok, Gubernur...
Kunjungi Pelosok, Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Rp1 Miliar
Pohuwatu Gunakan Dana...
Pohuwatu Gunakan Dana Desa Bangun Rumah Sehat Komunal Gratis Bagi Warga Miskin
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Tunjukkan Komitmen Dukung Pembangunan Daerah
Daya Saing Award, Upaya...
Daya Saing Award, Upaya Majukan Potensi di Daerah
Akselerasi Pembangunan...
Akselerasi Pembangunan Daerah
Berita Terkini
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
6 menit yang lalu
Tinjau SDN Babakan 01...
Tinjau SDN Babakan 01 Pascarevitalisasi, Wakil Wali Kota Tangsel Pastikan KBM Nyaman
13 menit yang lalu
JakFair 2026 Kembali...
JakFair 2026 Kembali Digelar, Puluhan Band Disiapkan Ramaikan Pengunjung
1 jam yang lalu
Manfaat MBG Perlu Diperluas,...
Manfaat MBG Perlu Diperluas, Partai Perindo Dukung Penguatan BGN di Sulut
1 jam yang lalu
PSN Papua Tetap Perhatikan...
PSN Papua Tetap Perhatikan Kelestarian Lingkungan dan Serap Ribuan Tenaga Kerja OAP
2 jam yang lalu
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
5 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved