Depok gencar sosialisasikan kesehatan pangan & obat

Jum'at, 23 Agustus 2013 - 16:28 WIB
Depok gencar sosialisasikan...
Depok gencar sosialisasikan kesehatan pangan & obat
A A A
Sindonews.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok melakukan sosialisasi di 11 kecamatan kepada masyarakat terkait kesehatan pangan dan penyuluhan obat. Hal itu untuk memberikan pembekalan dan pengetahuan bagi masyarakat tentang pangan dan menghindari Bahan Tambahan Pangan (BTP) berbahaya.

Kepala Bidang Perbekalan Kesehatan Pengawas Obat dan Makanan Dinas Kesehatan Kota Depok Devi Maryori mengatakan, sosialisasi tersebut dilakukan terhadap kader di lingkungan masyarakat untuk disosialisasikan kepada pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang menjual makanan atau minuman kemasan (miras).

"Kami sosialisasi soal pangan dan terkait sertifikasi produk Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), banyak masyarakat yang memproduksi makanan kemasan yang belum daftarkan diri, banyak yang belum punya izin, dari Dinas Kesehatan," ujarnya kepada wartawan di Depok, Jumat (23/8/2013).

Devi melanjutkan, sebelum masyarakat memperoleh izin, maka mendapatkan penyuluhan terlebih dahulu. Dengan tidak memiliki izin, apalagi tidak memiliki ilmu tentang pangan, pihaknya khawatir masyarakat akan menambahkan Bahan Tambahan Pangan (BTP) berbahaya seperti boraks ataupun formalin.

"Masih ada diedarkan. Yang belum bersertifikasi masih ditemukan. Sejauh ini baru 446 produk masyarakat yang mengantongi sertifikat PIRT, kami terus sosialisasikan dua tahun terakhir," katanya.

Produk makanan yang biasa dijual masyarakat seperti keripik dan kerupuk. Sementara pengawet makanan yang boleh digunakan adalah Natrium Benzoat dan dengan kadar tertentu.

"Makanan yang tahan lebih dari seminggu, pakai pengawet boleh tapi kan ada takaran. Mengantisipasi bahan tambahan seperti bahan kimia. Lalu kebersihan alatnya, dan sertifikasi itu gratis ditanggung APBD," tegasnya.

Selain pangan, Dinkes Depok juga menyosialisasikan soal obat. Kepala Seksi Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Dinas Kesehatan Kota Depok Yulia Oktavia mengatakan, masyarakat disarankan membeli obat di apotek dan dengan resep dokter.

"Kami jelaskan cara-cara memilih obat, ciri-ciri obat palsu. Beli di apotek ataupun kalau di toko obat harus yang berizin, dan perhatikan kemasannya adakah nomor registernya," tandasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Pemkot Depok Banjir...
Pemkot Depok Banjir Kritik, Bongkar Pasang Trotoar Jalan Margonda
Kolaborasi Olahraga...
Kolaborasi Olahraga dengan Industri Kreatif,Gekrafs Depok Gelar Turnamen Sepak Bola untuk Anak
Pemkot Depok Izinkan...
Pemkot Depok Izinkan Warga Ziarah Kubur dengan Penerapan Prokes
Pemkot Depok Pertimbangkan...
Pemkot Depok Pertimbangkan Lakukan Swab Test di Lokasi Keramaian
Sambangi Kantor PCNU...
Sambangi Kantor PCNU Depok, PDIP Ingin Dapatkan Saran Soal Penangangan Covid-19
Usia ke-21 Kota Depok,...
Usia ke-21 Kota Depok, Momentum Refleksi Diri
Berita Terkini
Kemenhut Jerat Tersangka...
Kemenhut Jerat Tersangka Korporasi dalam Kasus Perambahan Hutan Lindung Tanjung Piayu
5 menit yang lalu
Perkuat Akses Kesehatan...
Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat, Rudy Susmanto Dorong Sinergi Sektor Swasta dan Pemkab Bogor
16 menit yang lalu
Dorong Birokrasi Profesional,...
Dorong Birokrasi Profesional, Bupati Bogor Terapkan Seleksi Terbuka Berbasis Sistem Merit
23 menit yang lalu
Bekasi Coastal Gravel...
Bekasi Coastal Gravel 2026 Suguhkan Sensasi Event Sepeda Gravel di Jalur Pesisir
1 jam yang lalu
KSOP Utama Tanjung Priok...
KSOP Utama Tanjung Priok Dukung Transformasi Green Port JICT
1 jam yang lalu
Karhutla Landa Sejumlah...
Karhutla Landa Sejumlah Wilayah di Pulau Jawa, 11,4 Hektare Lahan Terbakar
1 jam yang lalu
Infografis
5 Manfaat Salat Tarawih...
5 Manfaat Salat Tarawih bagi Kesehatan yang Harus Diketahui
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved